Nothing angkat bicara menanggapi laporan yang menyebut perusahaan akan keluar dari sejumlah pasar. Co-founder Nothing, Akis Evangelidis, dengan tegas membantah kabar tersebut.

Dalam unggahan di X, Evangelidis menyebut laporan itu sebagai "FAKE NEWS". Ia menegaskan Nothing tidak menutup pasar mana pun.

>>> Reuni Princess Berlangsung Meriah, Elma Agustin Justru Tak Diundang: 'Kecewa Cara Komunikasinya, Seakan Tak Kenal'

Sebelumnya, beredar laporan bahwa Nothing akan hengkang dari 12 pasar karena penjualan buruk. Kabar itu juga menyebut akan ada PHK.

Evangelidis mengakui perusahaan sedang melakukan reorganisasi. Langkah ini disebut untuk mempersiapkan fase pertumbuhan berikutnya.

"Kami mengonsolidasikan masing-masing negara menjadi hub regional agar beroperasi lebih efisien," tulis Evangelidis.

Ia juga menyadari dampak reorganisasi terhadap tim. "Kami tahu betapa sulitnya transisi ini bagi anggota tim yang terdampak.

>>> Fitur Samsung Ini Akhirnya Memecahkan Masalah Berbagi Ponsel Saya

Kami sangat berterima kasih atas kontribusi mereka dan berkomitmen mendukung mereka melalui proses ini," ujarnya.

Nothing meminta media untuk menjunjung tinggi pelaporan faktual dan integritas jurnalistik. Pernyataan itu muncul di tengah skeptisisme publik mengingat pola serupa pernah terjadi pada merek lain.

Beberapa tahun lalu, LG dan OnePlus juga pernah membantah akan keluar dari pasar sebelum akhirnya benar-benar hengkang. Namun, untuk saat ini, Nothing meminta kepercayaan publik.

>>> Video: Pengemudi Kabur di Missouri Hentikan Mobil, Terjun Kepala Lebih Dulu dari Jembatan

Belum ada rincian lebih lanjut mengenai pasar mana yang terdampak reorganisasi. Jumlah karyawan yang terdampak juga tidak disebutkan.