Pengiriman smartphone di India turun 10% year-on-year (YoY) pada kuartal kedua 2026 (April-Juni).

Ini merupakan penurunan terbesar untuk kuartal Juni dalam enam tahun terakhir, menurut laporan Counterpoint Research.

>>> 5 Toko Online Resmi Beli Sepatu Skechers Original, Dijamin Asli

Counterpoint menyebut penurunan ini terutama disebabkan oleh harga memori yang mencapai rekor tertinggi dan kenaikan biaya komponen. Akibatnya, harga smartphone naik di hampir semua segmen.

Beberapa kali kenaikan harga oleh produsen smartphone membuat rata-rata harga smartphone naik sekitar 15% pada akhir Q2 2026.

Harga perangkat yang lebih tinggi, tekanan inflasi, dan lemahnya belanja diskresioner menekan permintaan konsumen.

Siklus penggantian smartphone pun semakin panjang meskipun ada promosi dan inisiatif pembiayaan.

Tekanan Permintaan dan Pasokan

Analis Senior Counterpoint Research, Prachir Singh, mengatakan pasar smartphone India tetap tertekan selama kuartal tersebut. Baik permintaan maupun pasokan terkena dampak negatif.

Kenaikan biaya memori dan komponen lainnya mendorong hampir semua OEM besar menerapkan beberapa putaran kenaikan harga. Dampak terbesar terjadi pada segmen pasar massal.

Merek dengan eksposur besar ke ponsel entry-level dan mid-range mengalami penurunan pangsa pasar.

Segmen di bawah Rp15.000 mencatat penurunan pengiriman 45% YoY.

Merek smartphone China yang banyak bermain di segmen entry-level dan mid-range melihat pangsa pasar mereka turun ke level terendah untuk kuartal kalender kedua sejak 2020.

Beberapa OEM memperluas portofolio smartphone 4G di segmen pasar massal untuk merespons perubahan permintaan konsumen.

Meskipun 5G tetap menjadi pendorong pertumbuhan jangka panjang, smartphone 4G masih melayani konsumen yang sensitif harga hingga biaya komponen stabil.

Segmen ultra-premium di atas Rp45.000 tetap relatif tangguh, didukung oleh opsi pembiayaan yang mengurangi biaya awal.