Phone (4b) menjadi smartphone terlaris di Flipkart di segmen Rp30.000+ pada hari pertama penjualan.

Edisi terbatas Phone (4b) RCB Edition terjual habis dalam waktu kurang dari dua jam setelah ratusan penggemar mengantre di Nothing Store di Bengaluru.

Tren Pasar Utama

MediaTek terus memimpin pasar chipset smartphone India dengan pangsa pengiriman 49%.

Pembiayaan smartphone melalui NBFC dan kartu kredit/debit EMI menyumbang lebih dari 50% penjualan smartphone jalur utama di India selama Q2 2026.

Google menjadi merek smartphone dengan pertumbuhan tercepat di segmen ultra-premium di atas Rp45.000, mencatat pertumbuhan 68% YoY.

AI+ mencatat pertumbuhan di segmen entry-level, didukung permintaan smartphone termasuk AI+ Nova 2 dan Pulse 2.

OEM smartphone menerapkan beberapa kenaikan harga pada 2026, dengan kenaikan tertinggi melebihi 100% dari harga peluncuran.

Kenaikan harga DRAM dan NAND meningkatkan pangsa memori dalam bill of materials (BoM) dari di bawah 20% menjadi lebih dari 45% di segmen di bawah Rp15.000.

Prospek Pasar Smartphone India

Direktur Riset Counterpoint Research, Tarun Pathak, mengatakan pasar smartphone India diperkirakan tetap tertekan hingga akhir tahun. Kenaikan biaya memori dan komponen terus menjaga harga perangkat tetap tinggi.

Harga memori smartphone telah meningkat hampir 4 kali lipat sejak September 2025 dan diperkirakan akan naik lebih lanjut, berpotensi mencapai 5 kali lipat dalam beberapa bulan mendatang.

Counterpoint memperkirakan pasar smartphone India akan menurun 13% YoY untuk tahun penuh 2026.

Harga komponen diperkirakan tidak akan normal sebelum tahun depan, menjadikan keterjangkauan sebagai tantangan terbesar industri.

Karena paruh kedua menyumbang mayoritas penjualan smartphone tahunan, OEM diperkirakan akan fokus pada optimalisasi portofolio, keterjangkauan berbasis pembiayaan, dan penawaran smartphone premium.

>>> Nonton The East Palace Episode 1-8 Sub Indo di Netflix: Sinopsis, Jam Tayang, dan Fakta Menarik Drama Dark Fantasy yang Wajib Binge-Watch!

Segmen pasar massal diperkirakan tetap tertekan, sementara segmen premium kemungkinan tetap relatif tangguh, didukung oleh opsi pembiayaan dan preferensi konsumen terhadap perangkat bernilai tinggi.