Masa depan Thomas Tuchel sebagai pelatih kepala Timnas Inggris kini terancam setelah timnya gagal melaju ke final Piala Dunia 2026.

Inggris kalah dari Argentina di babak semifinal.

>>> 13 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Pilih Super League Musim 2026/2027

Tuchel menuai kritik tajam karena menerapkan taktik bertahan setelah unggul lebih dulu melalui gol Anthony Gordon. Keputusan itu justru menjadi bumerang saat menghadapi dominasi Lionel Messi.

Mantan manajer West Ham United, Alan Pardew, menilai Tuchel memberikan pola pikir negatif kepada tim. "Dalam kabut perang, realitas telah hilang.

Ketakutan, kesalahan, dan organisasi tim yang rasional menghilang. Sejujurnya, sang manajer memberikan pola pikir negatif," ujar Pardew dikutip dari Reuters.

Tuchel Singgung DNA Sepak Bola Inggris

Di tengah kritik, Tuchel membela diri dengan menyoroti persoalan yang lebih mendasar. Ia menilai Inggris belum memiliki budaya penguasaan bola seperti negara-negara besar lain.

>>> DPR Minta Evaluasi Menyeluruh Usai Ledakan Gudang Amunisi TNI Madiun

"Pada saat ini perasaan saya adalah tidak ada struktur di dunia ini yang bisa membantu kami.

Saya pikir penguasaan bola memainkan peran krusial; mungkin itu bukan bagian dari DNA kami seperti DNA Spanyol atau DNA Argentina-Brasil, untuk mengambil bola dan mengendalikan permainan dengan bola," ungkap Tuchel.

Pernyataan tersebut mengisyaratkan bahwa Inggris masih tertinggal dalam aspek fundamental meski diperkuat banyak pemain berkualitas.

>>> Percaya Klenik, Presiden Argentina Pantang Nonton Tim Tango di Stadion

Kekalahan dari Argentina pun dinilai mengungkap persoalan yang lebih mendasar di tubuh The Three Lions.