Sebanyak 13 pemain naturalisasi Timnas Indonesia resmi berkompetisi di Super League musim 2026/2027. Keputusan ini diambil untuk menjaga performa dan mendapatkan menit bermain reguler.

Persib Bandung menjadi klub paling agresif dengan merekrut lima pemain naturalisasi. Mereka antara lain Sandy Walsh dan Ragnar Oratmangoen yang baru bergabung jelang musim baru.

>>> DPR Minta Evaluasi Menyeluruh Usai Ledakan Gudang Amunisi TNI Madiun

Tim Geypens menjadi pemain naturalisasi teranyar yang hijrah ke Super League. Ia resmi berseragam Bali United setelah menolak perpanjangan kontrak dari FC Emmen di Belanda.

Alasan Kepulangan ke Liga Domestik

Mayoritas pemain sebelumnya bermain di kompetisi Eropa, terutama di Belanda. Beberapa lainnya berkarier di Belgia, Thailand, hingga Australia.

Berakhirnya kontrak dan sulitnya menembus tim utama menjadi alasan utama mereka pulang. Tampil reguler di Super League dinilai lebih menguntungkan dibanding menjadi pelapis di luar negeri.

>>> Percaya Klenik, Presiden Argentina Pantang Nonton Tim Tango di Stadion

Bermain di kompetisi domestik juga memudahkan tim pelatih Timnas Indonesia memantau performa mereka secara langsung sepanjang musim.

Dampak bagi Super League

Fenomena ini memunculkan beragam respons. Kehadiran pemain berpengalaman diyakini akan meningkatkan kualitas teknis dan profesionalisme liga.

>>> KKP Siapkan Skema BBM Solar Rp15 Ribu bagi Kapal Nelayan di Atas 30 GT

Para pemain lokal pun berkesempatan belajar dari rekan setim yang memiliki pengalaman internasional.