Sebanyak 13 pemain naturalisasi Timnas Indonesia resmi berkompetisi di Super League pada musim 2026/2027. Keputusan ini diambil untuk menjaga performa dan mendapatkan menit bermain reguler.

Persib Bandung menjadi klub paling agresif dalam merekrut pemain naturalisasi. Mereka kini memiliki lima pemain keturunan setelah mendatangkan Sandy Walsh dan Ragnar Oratmangoen.

>>> BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Manfaat Rp68,24 Triliun Sepanjang 2025

Tim Geypens menjadi pemain naturalisasi terbaru yang bergabung ke Super League. Ia resmi berseragam Bali United setelah menolak perpanjangan kontrak dari FC Emmen di Belanda.

Alasan Kepulangan ke Super League

Mayoritas pemain naturalisasi sebelumnya bermain di kompetisi Eropa, terutama di Belanda. Beberapa lainnya juga berkarier di Belgia, Thailand, hingga Australia.

Berakhirnya kontrak dan sulitnya menembus tim utama menjadi alasan utama mereka pulang. Tampil reguler di Super League dinilai lebih menguntungkan daripada menjadi pelapis di luar negeri.

>>> IHSG Ditutup Menguat 1,1 Persen ke Level 6.175 pada Akhir Pekan

Bermain di kompetisi domestik juga memudahkan tim pelatih Timnas Indonesia memantau performa mereka secara langsung sepanjang musim.

Dampak pada Super League

Fenomena ini memunculkan beragam respons. Kehadiran pemain berpengalaman diyakini akan meningkatkan kualitas teknis dan profesionalisme Super League.

>>> Thomas Tuchel Soroti DNA Sepak Bola Inggris Usai Gagal di Piala Dunia 2026

Para pemain lokal pun berkesempatan belajar dari rekan setim yang memiliki pengalaman internasional. Ini menjadi tren baru yang berbeda dari musim-musim sebelumnya.