Banyak orang tua ingin anaknya terbuka soal sekolah, pertemanan, hingga perasaan. Namun, tanpa sadar ada kesalahan yang membuat anak justru menutup diri.

Sikap tertutup pada anak biasanya tidak muncul tiba-tiba. Anak cenderung menyimpan perasaan saat merasa respons orang tua tidak membuat nyaman.

>>> Koper Mewah Louis Vuitton Kawal Trofi Piala Dunia 2026

Hal ini juga berlaku pada remaja yang butuh didengarkan tanpa dihakimi atau langsung diberi solusi. Memahami penyebabnya bisa membantu membangun komunikasi lebih sehat.

Penyebab Anak Jarang Bercerita

Berikut tujuh kesalahan orang tua yang membuat anak enggan terbuka, dikutip dari berbagai sumber.

1. Selalu mengubah percakapan menjadi nasihat panjang.

Memberi arahan memang penting, tetapi terlalu sering mengubah cerita jadi sesi nasihat bisa membuat anak enggan terbuka.

Menurut The Times of India, anak datang ke orang tua karena ingin dipahami dulu sebelum menerima solusi. Jika setiap cerita langsung mendapat ceramah, kejujuran jadi pengalaman tidak menyenangkan.

2. Bereaksi dengan marah sebelum memahami situasi.

Anak memilih diam karena takut reaksi negatif. Respons marah saat anak mengakui kesalahan membuat mereka berpikir jujur itu berisiko.

Bersikap tenang bukan berarti membenarkan kesalahan, tapi memberi ruang memahami situasi sebelum memberi arahan.

3. Sering mengabaikan perasaan anak.

Kalimat seperti "itu bukan masalah besar" mungkin bertujuan menenangkan, tapi bagi anak bisa membuat emosinya tidak dianggap.

Masalah sederhana bagi orang dewasa bisa terasa berat bagi anak. Mengakui perasaan anak menunjukkan bahwa apa yang mereka rasakan dihargai.

>>> Kecelakaan Maut di Sibolangit, Sopir Truk Ditangkap

4. Membandingkan anak dengan orang lain.

Kebiasaan ini sering dilakukan untuk memotivasi, tapi justru bisa menurunkan rasa percaya diri dan membuat anak merasa tidak cukup baik.