Setiap orang tua tentu ingin memberikan yang terbaik bagi anaknya.

Demi melindungi, banyak ayah dan ibu rela melakukan apa saja, mulai dari membantu menyelesaikan tugas hingga menghindarkan anak dari rasa kecewa.

>>> Pengembang Asli The Witcher: Remake Tak Boleh Open-World

Namun, niat baik tidak selalu menghasilkan dampak yang baik. Tanpa disadari, sikap yang terlalu melindungi atau terlalu mengatur justru bisa menghambat anak belajar mandiri.

Pelatih pengasuhan anak Camilla McGill mengatakan hampir semua orang tua pernah melakukan kesalahan dalam mengasuh.

Hal itu bukan karena tidak menyayangi anak, melainkan karena rasa cinta yang begitu besar dan keinginan agar anak selalu baik-baik saja.

Terlalu Mengontrol, Bukan Membimbing

Banyak orang tua merasa harus mengendalikan hampir semua hal yang dilakukan anak. Mulai dari cara berpakaian hingga bermain, semuanya ingin diatur agar hasilnya sesuai harapan.

Di balik sikap tersebut, biasanya tersimpan rasa takut. Orang tua khawatir anak gagal di sekolah, terluka, atau dinilai buruk oleh orang lain.

Semakin besar kontrol yang diberikan, semakin besar pula kemungkinan anak melawan. Sebagian anak akan membangkang, sebagian lainnya menurut tetapi kehilangan kepercayaan diri.

Alih-alih menjadi 'bos', orang tua sebaiknya berperan sebagai pembimbing.

Berikan anak pilihan yang masih dalam batas aman, misalnya bertanya 'Kamu mau ganti baju di tempat tidur atau di ruang ganti?'

daripada memerintah.

Mudah Terpancing Emosi

Mengasuh anak memang melelahkan. Saat anak membantah atau merengek, emosi orang tua sering ikut meledak.

>>> Lima Pemain Braves Wakili Liga Nasional di All-Star Game 2026

Respons yang dipenuhi amarah justru membuat situasi semakin memanas. Anak yang kewalahan dengan emosinya membutuhkan sosok dewasa yang tenang, bukan ikut bereaksi.