Sebagai contoh, ketika anak melempar mainan karena kesal, jangan langsung membentak. Cobalah berhenti sejenak, ambil napas, lalu katakan dengan tenang, 'Kamu sedang marah, ya?

Nanti setelah tenang, kita rapikan mainannya bersama.'

Pendekatan ini membantu anak belajar mengenali dan mengelola emosinya. Anak juga memahami bahwa setiap perilaku memiliki konsekuensi tanpa merasa dipermalukan.

Terlalu Mengejar Kepatuhan Sesaat

Dalam rutinitas yang padat, orang tua sering menginginkan hasil instan. Anak harus segera memakai sepatu atau membereskan mainan tanpa banyak protes.

Agar cepat menurut, sebagian orang tua menggunakan ancaman atau hukuman. Padahal, kepatuhan sesaat belum tentu membuat anak belajar bertanggung jawab.

Misalnya, saat anak menolak merapikan mainan, orang tua mengancam akan membuang semua mainannya. Anak mungkin membereskan karena takut, bukan karena memahami pentingnya kerapian.

Daripada berfokus pada kepatuhan instan, jadikan setiap situasi sebagai kesempatan belajar. Katakan, 'Aku tahu berhenti bermain itu sulit.

Yuk, kita cari cara supaya nanti lebih mudah membereskan mainan.'

>>> Jasmine Crockett Sebut Ras Faktor Kunci Kematian Nolan Wells

Pendekatan ini mungkin membutuhkan waktu lebih lama. Namun, dalam jangka panjang, anak akan belajar bertanggung jawab, memecahkan masalah, dan lebih mandiri.