Pemerintah Iran kembali melontarkan tuduhan keras terhadap Amerika Serikat. Teheran menyebut serangan militer terbaru AS menewaskan sejumlah warga sipil di Iran selatan.

Peristiwa itu terjadi di Desa Seyed Jowzar, Kabupaten Hajjiabad, Provinsi Hormozgan.

>>> Rendering Pixel Watch 5 Bocor, Ungkap Desain, Warna, dan Ukuran

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan tiga anggota keluarga seorang penjaga hutan tewas dalam serangan tersebut.

Korban merupakan keluarga dari Javad Hasanzadeh yang bekerja sebagai penjaga hutan di wilayah itu. Baghaei menilai serangan tersebut menjadi contoh terbaru kejahatan perang yang dilakukan Amerika Serikat.

"Serangan militer musuh terhadap pos penjaga hutan merupakan contoh terbaru dari kejahatan perang keji yang dilakukan Amerika," kata Baghaei, Rabu (15/7).

Ia menambahkan bahwa daftar dugaan pelanggaran yang dilakukan musuh terhadap warga sipil terus bertambah. Menurutnya, hal ini menjadi bukti tidak adanya itikad baik diplomasi dari Amerika.

>>> Kiprah Jude Bellingham di Dunia Fashion: Jadi Model Skims hingga Louis Vuitton

"Daftar kejahatan mereka terhadap rakyat kami semakin panjang setiap harinya. Dari hari ke hari, mereka memperlihatkan lapisan baru permusuhannya terhadap Iran," ujarnya.

Baghaei mengatakan serangan itu hanyalah salah satu dari rangkaian serangan yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Ia menyebut serangan dimulai dengan pembunuhan para pemimpin serta anak-anak, perempuan, dan laki-laki di Teheran, Minab, dan Lamard.

Pernyataan tersebut kembali memperlihatkan meningkatnya tensi politik dan militer antara Iran dan Amerika Serikat. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah AS.

>>> Terabas Banjir, Komponen Mobil BYD Ambrol jadi Meme

Klaim mengenai jumlah korban maupun kronologi serangan belum dapat diverifikasi secara independen.