PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperkuat tata kelola penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan menerapkan prinsip kehati-hatian.

Langkah ini mencakup analisis kredit, verifikasi calon debitur, pencairan, pemantauan penggunaan dana, digitalisasi proses, hingga audit berkala.

>>> OJK Targetkan POJK Demutualisasi BEI Rampung September 2026

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyatakan bahwa penguatan ini merupakan wujud komitmen perseroan dalam menjaga kualitas penyaluran kredit program pemerintah.

BNI memastikan KUR diberikan kepada pelaku usaha yang berhak dan digunakan sesuai tujuan pembiayaan.

Okki menjelaskan, analisis kredit dilakukan secara langsung atau one-on-one kepada petani tanpa melibatkan collection agent (CA).

Proses ini memungkinkan bank memperoleh informasi langsung mengenai profil usaha, kebutuhan pembiayaan, kemampuan membayar, serta rencana penggunaan dana calon debitur.

Pendekatan Ekosistem dan Digitalisasi

BNI juga memperkuat pola penyaluran kredit berbasis ekosistem atau ecosystem-based financing. Dalam skema ini, BNI bekerja sama dengan perusahaan inti yang merupakan nasabah korporasi dan berperan sebagai offtaker.

Perusahaan inti mendukung pendampingan usaha, penyerapan hasil produksi, serta monitoring pelaksanaan kredit.

"Pendekatan berbasis ekosistem memungkinkan adanya pendampingan, pemantauan usaha, serta kepastian pasar bagi hasil produksi petani," ujar Okki.

Selain itu, BNI menerapkan pembatasan radius untuk memudahkan proses Know Your Customer (KYC), verifikasi usaha, pemantauan lahan, dan pengawasan aktivitas debitur setelah pencairan.

>>> Kebakaran Hutan Melanda Inggris, Kepala Pemadam Kebakaran Peringatkan Tekanan Ekstrem

Kebijakan ini bertujuan agar pengenalan dan pemantauan debitur lebih efektif.

Dari sisi teknologi, proses kredit dilakukan secara digital sehingga data debitur dapat dimonitor secara lebih terukur.

Sistem ini memungkinkan BNI memantau nama petani, lokasi lahan, tahapan budi daya, perkembangan usaha, hingga penggunaan kredit masing-masing debitur.