Seorang pria berusia 83 tahun di Belgia masuk unit gawat darurat karena gatal luar biasa di kulit. Setelah pemeriksaan, ia didiagnosis menderita sifilis langka.

Pria itu sudah berminggu-minggu keluar masuk rumah sakit sebelum akhirnya memutuskan ke UGD. Kulitnya terasa sangat gatal, disertai ruam merah dan sisik pada betis.

>>> Prediksi Argentina vs Inggris: Duel Maut Semifinal Piala Dunia 2026 yang Akan Ditentukan oleh Pertarungan Lini Tengah

Dalam laporan kasus, dokter mencatat bahwa kekuatan motorik, sensasi, refleks, koordinasi, dan gaya berjalan pasien normal.

Di ruang gawat darurat, ia ditanya soal riwayat kesehatan. Ia mengaku saat dinas militer semasa muda pernah berhubungan seks tanpa pengaman dengan beberapa orang.

Ia juga pernah dirawat akibat infeksi menular seksual (IMS) kala itu, meski tidak ingat diagnosis pastinya.

Dokter kemudian melakukan tes HIV dan tuberkulosis, hasilnya negatif. Namun pemeriksaan untuk Treponema pallidum, bakteri penyebab sifilis, menunjukkan hasil positif.

Tes T.

>>> Kekeringan Parah Picu Peringatan Kebakaran dan Larangan Selang di Inggris

pallidum positif, ruam, tidak enak badan, hasil fungsi hati abnormal, kadar protein urine tinggi, bengkak pada kaki, wajah terkulai, dan kelenjar getah bening bengkak mengonfirmasi infeksi sifilis aktif.

Dokter mendiagnosis ia menderita sifilis sekunder dengan neurosifilis dini, yaitu kondisi bakteri menyerang sistem saraf.

Kasus ini tergolong langka karena jarang sifilis menyerang ginjal dan hati. Biasanya sifilis sekunder terjadi dalam tahun pertama infeksi yang tidak diobati, jarang berkembang setelah empat tahun.

Pasien diberi suntikan penisilin tunggal sebelum diagnosis infeksi menyerang sistem saraf. Kemudian ia mendapat pengobatan penisilin intravena selama 14 hari untuk neurosifilis.

>>> OJK Blokir 32.453 Rekening Terindikasi Judi Online

Gejala gatal parah diobati dengan antihistamin dan diuretik untuk mengurangi bengkak di kaki. Dalam sebulan, bengkak membaik dan hasil tes fungsi hati serta produksi urine normal.