UNESCO baru saja menetapkan 14 cagar biosfer baru di berbagai belahan dunia. Dengan tambahan ini, total ada 797 cagar biosfer yang tersebar di 145 negara.

Cagar biosfer adalah kawasan yang ditetapkan UNESCO untuk konservasi keanekaragaman hayati dan pembangunan berkelanjutan. Kawasan ini juga bisa menjadi destinasi wisata alam.

>>> Lamine Yamal Pincang Usai Semifinal, Rodri Kritik Wasit

Berbeda dengan Geopark Global yang fokus pada warisan geologi, cagar biosfer lebih menekankan nilai ekologis dan interaksi manusia dengan alam.

Sebelumnya, pada akhir September lalu, Kepulauan Raja Ampat di Papua Barat resmi diakui sebagai cagar biosfer UNESCO.

Pengakuan itu menempatkan Raja Ampat sebagai ekosistem laut dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia.

Penetapan terbaru dilakukan pada Hari Lingkungan awal Juni lalu. Tidak ada lokasi dari Indonesia, namun beberapa negara tetangga di Asia masuk dalam daftar.

Direktur Jenderal UNESCO Khaled El-Enany mengatakan, cagar biosfer membuktikan bahwa melindungi alam dan meningkatkan kehidupan manusia bukanlah tujuan yang bertentangan.

>>> Puan Sorot Fenomena SD Negeri Mulai Sepi Peminat

Ia menambahkan, UNESCO akan terus bekerja sama dengan pemerintah, masyarakat, dan ilmuwan untuk memastikan laboratorium hidup ini tetap berada di garis depan respons terhadap krisis iklim dan keanekaragaman hayati.

Daftar 14 Cagar Biosfer Baru UNESCO

Berikut daftar lengkap cagar biosfer baru yang ditetapkan UNESCO:

- Danau Skhoder (Albania) - Theniet El Had (Aljazair) - Pulau Aruba (Aruba) - Kaukasus Raya (Azerbaijan) - Takamanda - Cross River Gorilla (Kamerun) - Quebec City (Kanada) - Dalahkuh - Qamishlou (Iran) - Tost Toson Bumbiin Nuruu (Mongolia) - Skadar Lake Watershed (Montenegro) - Sur del Alto Parana (Paraguay) - Matibay na Bayan ng Sablayan (Filipina) - Serra de Estrela (Portugal) - Nino Konis Santana (Timor-Leste) - Phong Na - Ke Bang (Vietnam)

Sejak 1971, cagar biosfer memainkan peran sentral dalam misi lingkungan UNESCO.

Bersama situs Warisan Dunia alami dan Geopark Global, kawasan ini melindungi lebih dari 13 juta kilometer persegi ekosistem darat dan laut.

>>> Sidang Perdana Hak Asuh Anak Ruben Onsu vs Sarwendah Rampung, Kedua Kubu Ngotot

UNESCO menargetkan sekitar 30 persen kawasan daratan dan lautan dapat dilestarikan pada 2030 mendatang.