Dua bunga bangkai langka mekar bersamaan akhir pekan lalu di Huntington Library, Art Museum, and Botanical Gardens di San Marino, California, Amerika Serikat.

Peristiwa langka ini menarik ribuan pengunjung ke institusi riset tersebut, seperti dilansir The Guardian.

>>> House Demokrat Terbelah soal RUU Pemotongan Bantuan Militer untuk Israel

Lebih dari 7.000 orang antre berjam-jam pada Senin untuk menyaksikan sekilas bunga yang terkenal dengan aroma busuknya itu.

Dua titan arum yang diberi nama Odorysseus dan Odora mencapai puncak mekar semalaman sebelum mulai menutup.

Brandon Tam, kurator koleksi anggrek Huntington, mencatat minat publik yang luar biasa terhadap mekar ganda langka yang hanya berlangsung antara 24 hingga 48 jam.

"Mereka terpesona olehnya," kata Tam. "Orang-orang yang antre tiga jam hanya untuk melihat bunga bangkai selama beberapa menit."

Tam menjelaskan bahwa aroma unik dan busuk dari tanaman asli Indonesia ini, yang meniru daging membusuk untuk menarik serangga penyerbuk, menjadi daya tarik utama bagi publik.

>>> Apa Arti Kroco? Ini Makna dan Penggunaannya di Game

"Orang-orang penasaran, orang-orang terinspirasi," ujar Tam.

"Mereka mulai jatuh cinta, jika belum, dengan tanaman karena tanaman ikonik ini membuat orang lebih memahami bahwa tanaman memiliki kehidupannya sendiri."

Huntington telah membudidayakan titan arum yang terancam punah selama lebih dari 25 tahun dan saat ini memiliki lebih dari 43 spesimen dewasa.

Populasi tersebut sebagian besar berasal dari satu peristiwa pembiakan sukses lebih dari dua dekade lalu.

"Pada tahun 2002, kami menyerbuki bunga bangkai, yang menghasilkan ratusan buah dan karenanya ratusan biji yang kemudian kami perbanyak," kata Tam.

>>> 7 Cara Memasang Dasi Sekolah untuk Siswa Baru SD, SMP, hingga SMA, Mudah dan Cepat!

Biji dari perbanyakan itu telah dibagikan ke institusi botani lain di seluruh Amerika Serikat untuk membantu konservasi spesies yang diperkirakan tersisa kurang dari 1.000 spesimen di alam liar.