Para petinggi Partai Demokrat di DPR AS menunjukkan perpecahan yang dalam pada Selasa (18/6) terkait usulan amendemen untuk memblokir bantuan militer dan diplomatik senilai $3,3 miliar bagi Israel.

Ketua Minoritas DPR Hakeem Jeffries menyatakan penentangannya terhadap amendemen yang diajukan oleh anggota DPR dari Partai Republik, Thomas Massie.

>>> Apa Arti Kroco? Ini Makna dan Penggunaannya di Game

Jeffries menilai langkah itu terlalu luas.

Dalam surat edaran, Jeffries memperingatkan bahwa amendemen tersebut berpotensi mengganggu program kemanusiaan dan merusak upaya keamanan regional.

Menurutnya, ada cara yang lebih tepat untuk mendorong perubahan pada pemerintahan Netanyahu yang jauh ke kanan.

Jeffries juga mengkritik pimpinan Partai Republik yang dianggap menggunakan proses legislatif untuk menciptakan perpecahan politik.

>>> 7 Cara Memasang Dasi Sekolah untuk Siswa Baru SD, SMP, hingga SMA, Mudah dan Cepat!

Meski demikian, ia tidak akan memaksakan sikap partai karena adanya perbedaan pandangan yang kuat di internal kaukus.

Anggota DPR Pete Aguilar, Ketua Kaukus Demokrat, turut menolak amendemen tersebut. Ia menekankan pentingnya membangun lebih banyak sekutu di kawasan, bukan justru mengurangi jumlahnya.

Sementara itu, Ketua Kaukus Progresif Greg Casar mendesak rekan-rekannya untuk mendukung penghentian bantuan. Ia merujuk pada kekalahan petahana Demokrat di pemilihan pendahuluan sebagai bukti pergeseran sentimen pemilih.

>>> Polisi Las Vegas Rilis Rekaman Bodycam Penghentian Lalu Lintas Gubernur Joe Lombardo

Casar menyerukan pendekatan baru Partai Demokrat terhadap Israel dan Palestina. Ia berharap pemungutan suara di DPR menjadi awal perubahan tersebut.