Ginjal merupakan organ vital yang berfungsi menyaring limbah dari darah, mengatur tekanan darah, dan menyeimbangkan cairan tubuh. Namun, organ ini sering terlupakan dalam diskusi pola makan.

Pemilihan makanan yang salah dapat membuat ginjal bekerja ekstra keras.

>>> JUST CORSECA Luncurkan JC SkySport Smartwatch dan JC SLEEPODS di India

Melanie Betz, pakar diet ginjal, menjelaskan bahwa limbah dari beberapa makanan lebih mudah dicerna ginjal dibandingkan yang lain.

Bagi mereka yang ingin menjaga fungsi ginjal atau berisiko tinggi seperti penderita diabetes dan hipertensi, kuncinya adalah memilih makanan rendah sodium, kalium, dan fosfor, namun kaya antioksidan.

Blueberry

Blueberry kaya akan antosianin, antioksidan yang melindungi sel ginjal dari stres oksidatif dan peradangan.

Buah ini rendah kalium, fosfor, dan natrium, serta mengandung serat yang baik untuk keseimbangan bakteri usus.

Dr. Blake Shusterman, ahli nefrologi, menambahkan bahwa blueberry aman dikonsumsi pada semua tahap penyakit ginjal.

Kembang Kol

Kembang kol menjadi alternatif rendah kalium pengganti kentang. Sayuran ini kaya vitamin C, serat, dan senyawa sulforafan yang melindungi sel dari kerusakan.

Dr. Stefanie Diaz, ahli nefrologi, mengatakan kembang kol menyediakan nutrisi penting tanpa membebani ginjal.

Bawang putih dan rempah segar seperti rosemary, thyme, oregano, dan peterseli dapat menggantikan garam. Bawang putih mengandung allicin anti-inflamasi, sementara rempah menambah rasa tanpa natrium.

>>> Zoho Luncurkan Kelas 2.0, LMS Akademik Berbasis AI dengan AI Tutor dan AI Course Builder

Paprika merah rendah kalium namun kaya vitamin A, C, B6, dan asam folat.

Likopen dalam paprika merah dapat mengurangi risiko penyakit ginjal kronis dan melindungi dari efek samping obat tertentu.