Frozen yogurt telah lama dipromosikan sebagai alternatif es krim yang lebih sehat. Klaimnya mencakup rendah lemak, lebih rendah kalori, dan mengandung probiotik baik untuk usus.

Belakangan, popularitas frozen yogurt kembali meningkat. Gerai baru bermunculan, dan media sosial dipenuhi video antrean panjang serta resep rumahan.

>>> Kasus Pembakaran Santri di Lombok Makin Serius: Dugaan Bullying oleh Anak Pemilik Ponpes dan Senior Mencuat, Korban Sempat Diancam Dibakar

Namun, apakah frozen yogurt benar-benar lebih sehat? Para ahli gizi menilai jawabannya tidak sederhana.

Perbedaan Bahan Baku dan Kandungan Lemak

Perbedaan utama terletak pada bahan baku dan kadar lemak.

Es krim dibuat dari susu atau krim dengan lemak lebih tinggi, sedangkan frozen yogurt menggunakan produk susu fermentasi seperti yogurt yang memberi rasa asam khas.

Frozen yogurt biasanya hanya mengandung 3-4 persen lemak, bahkan ada yang rendah lemak atau tanpa lemak.

Sebaliknya, es krim memiliki lemak lebih tinggi sehingga teksturnya lebih lembut dan rasa lebih kaya.

Meski demikian, baik frozen yogurt maupun es krim kemasan umumnya termasuk makanan ultra-proses. Keduanya sering mengandung pemanis tambahan seperti sirup jagung atau dekstrosa, serta bahan penstabil dan pengemulsi.

Penelitian menunjukkan konsumsi makanan ultra-proses berlebihan berkaitan dengan peningkatan risiko obesitas, penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan penyakit kronis lainnya.

Mana yang Lebih Sehat?

Secara umum, frozen yogurt cenderung memiliki kalori dan lemak jenuh sedikit lebih rendah dibandingkan es krim. Namun, keunggulan itu belum tentu membuatnya lebih sehat.

Untuk menyeimbangkan rasa asam, banyak produk frozen yogurt justru mengandung gula tambahan lebih tinggi.

>>> Deschamps Sebut Prancis vs Spanyol Akan Jadi Laga Spektakuler