Memoar Lindsey Graham Ungkap Sejarah Rumit soal Rasisme di Selatan
Sebuah memoar yang kurang dikenal dari Senator Lindsey Graham, diterbitkan pada 2015, menyoroti rekam jejaknya yang rumit dalam mengakui dan menangani rasisme di South Carolina.
Graham, lahir pada 1955, tumbuh di kota tekstil kecil di Selatan yang masih terpisah, di Pickens County—lokasi hukuman mati tanpa pengadilan terakhir di South Carolina pada 1947.
>>> Tips dan Trik Nonton Piala Dunia 2026 Agar Makin Seru, Lancar, dan Tidak Ketinggalan Momen Penting
Bukunya yang berjudul My Story memberikan gambaran tentang pandangan seorang pria kulit putih konservatif terhadap ketegangan rasial yang berkepanjangan di Amerika Selatan.
Masa Kecil dan Langkah Awal
Menurut catatan Graham, dialah yang meyakinkan orang tuanya yang enggan, Millie dan Florence James, untuk akhirnya membuka kafe Sanitary mereka yang populer bagi orang kulit hitam.
Sebelumnya, usaha milik keluarga itu hanya melayani tetangga kulit hitam melalui jendela take-out.
Sekolah menengahnya, seperti sekolah lain di South Carolina, terpaksa menerima segelintir siswa kulit hitam setelah keputusan penting Mahkamah Agung.
Orang tuanya meninggal dalam jarak 15 bulan saat ia kuliah, dan ia mengambil hak asuh atas adik perempuannya yang remaja, Darline, yang tetap dekat dengannya.
Donald Trump kemudian merekomendasikan Darline Graham Nordone sebagai senator sementara, menyebutnya sebagai penghormatan bagi Lindsey.
Gubernur South Carolina Henry McMaster kemudian menunjuk Nordone untuk menyelesaikan sisa masa jabatan Senat Graham.
Karier Politik dan Kontroversi
Iklim rasial di wilayah itu tetap tegang saat Graham, yang saat itu menjabat sebagai jaksa kota di Central, memasuki politik pada 1994 sebagai calon kongres di distrik ketiga.
Untuk memenangkan pemilu, ia mengandalkan dukungan dari Strom Thurmond, seorang segregasionis terkemuka yang mencalonkan diri sebagai presiden pada 1948.
Update Terbaru
Lee Dongwook dan Gong Yoo Beda Pilihan Tipe Istri Ideal di Reuni 'Goblin'
Selasa / 14-07-2026, 18:54 WIB
Polri Barter 3 Buronan China dengan Tersangka Penipuan Tambang
Selasa / 14-07-2026, 18:54 WIB
2 Wanita Jadi Tersangka Kasus ASN Nias Tewas Terjatuh dari Lantai 12
Selasa / 14-07-2026, 18:54 WIB
Erling Haaland Pulang dari Piala Dunia 2026 Bawa Pulang Tas Mewah Dolce & Gabbana dan Rakun Awetan Seharga Rp 13 Juta
Selasa / 14-07-2026, 18:53 WIB
Fakta di Balik Video Nikita Mirzani Tunjukkan Fasilitas Wartelsus di Lapas: Bukan Ponsel Pribadi, Ini Penjelasan Lengkapnya
Selasa / 14-07-2026, 18:49 WIB
Pengiriman Stellantis di Amerika Utara Melonjak Berkat Kembalinya Hemi V8
Selasa / 14-07-2026, 18:49 WIB
Amran Targetkan Pendapatan Petani Kopi Tembus Rp30 Juta per Bulan
Selasa / 14-07-2026, 18:49 WIB
Kemacetan Parah di Jakarta Akibat Pembongkaran JPO Tendean
Selasa / 14-07-2026, 18:49 WIB
KPK Geledah Rumah Anggota BPK Bobby Rizaldi Terkait Suap Audit
Selasa / 14-07-2026, 18:43 WIB
China Pecat Pejabat PKC Xinjiang Ma Xingrui karena Korupsi
Selasa / 14-07-2026, 18:42 WIB
Dua Momen Inggris Hajar Argentina Saat Pakai Jersey 'Jimat' Piala Dunia
Selasa / 14-07-2026, 18:42 WIB
Prabowo Panggil Luhut, Chatib Basri, hingga Mari Elka ke Hambalang
Selasa / 14-07-2026, 18:42 WIB
Prime Video Ungkap Tampilan Perdana Serial Carrie Garapan Mike Flanagan
Selasa / 14-07-2026, 18:42 WIB







