Meskipun pertempuran politik mereka, Clyburn memberi penghormatan kepada Graham dalam unggahan di platform media sosial X.

"Selama lebih dari tiga dekade, kami melayani rakyat Palmetto State bersama di Kongres.

Sepanjang waktu itu, kami mempertahankan hubungan yang didasari rasa saling menghormati, bahkan ketika perbedaan politik kami signifikan.

Komitmennya terhadap pelayanan publik dan rakyat yang diwakilinya akan tetap menjadi bagian abadi dari warisannya," tulis Clyburn.

Dalam memoarnya, Graham mengakui bahwa persetujuan orang tuanya untuk mengizinkan pelanggan kulit hitam masuk ke kafe mereka pada 1970-an terjadi jauh lebih lambat dari seharusnya.

Namun, ia mencatat bahwa budaya segregasionis lokal sangat mengakar saat itu, yang menyebabkan perlawanan awal dari pelanggan kulit putih.

>>> 10 Game Mirip Valorant Terbaik di Android dan PC

"Memang seperti itulah adanya," kenang Graham ayahnya mengatakan kepadanya mengenai situasi tersebut.