Iran melancarkan serangan rudal balistik ke sebuah pangkalan udara militer Amerika Serikat di Yordania pada Selasa (14/7).

Serangan ini merupakan bagian dari rangkaian balasan terhadap gempuran AS dalam sepekan terakhir.

>>> 5 Alasan Prancis vs Spanyol Berpotensi Banjir Gol di Semifinal Piala Dunia 2026

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melalui pernyataannya mengultimatum bahwa serangan balasan untuk AS akan terus berdatangan.

Namun, IRGC menegaskan kepada warga Yordania bahwa rentetan gempuran ini bukan dimaksudkan untuk menyerang negara tetangganya itu.

IRGC juga menyerukan Yordania untuk segera membubarkan pangkalan-pangkalan militer AS di negaranya jika tak ingin terseret perang Iran vs AS.

"Kalian (Yordania) tahu betul bahwa kami bukan hanya tidak memiliki permusuhan terhadap negara kalian, tetapi kami juga mencintai kalian, rakyat yang mulia, yang lebih memahami penderitaan dan penindasan yang dialami rakyat Palestina dibanding bangsa mana pun," demikian bunyi pernyataan IRGC yang dikutip Fars News seperti dilansir Reuters.

Sementara itu, angkatan bersenjata Yordania menyatakan telah mencegat dan menembak jatuh empat rudal yang memasuki wilayah udaranya dari arah Iran.

Yordania dan sejumlah negara Arab lainnya di Timur Tengah seperti Kuwait, Bahrain, dan Qatar kembali terseret perang AS dan Iran yang kembali pecah sepekan terakhir.

>>> Ketua KPK Klaim Koordinasi dengan Jaksa Agung soal Kasus Febrie

Hal ini terjadi terlepas dari gencatan senjata dan nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang yang telah diteken kedua negara.

AS kembali melancarkan sejumlah gelombang serangan udara selama hampir sepekan terakhir. Iran pun membalas dengan melancarkan rentetan serangan udara ke beberapa negara tetangga yang menampung pangkalan militer AS.