Studi: Hampir Setengah Unggahan Panjang di LinkedIn Dibuat AI
Riset dari firma pendeteksi konten AI, Pangram Labs, mengungkapkan bahwa lebih dari 40 persen unggahan panjang di LinkedIn dibuat sepenuhnya oleh kecerdasan buatan (AI).
Unggahan panjang yang dimaksud adalah tulisan dengan lebih dari 250 kata.
>>> Transjakarta Koridor 'Jalur Langit' Terganggu Pembongkaran JPO, Macet Mengular
Temuan ini menjadikan LinkedIn sebagai platform dengan proporsi konten AI tertinggi dibandingkan platform lain yang diteliti.
Pangram Labs menganalisis lebih dari satu juta unggahan dari LinkedIn, X, Substack, Medium, dan Reddit.
Dalam laporannya, Pangram Labs menyatakan bahwa LinkedIn merupakan platform yang paling jenuh AI. Lebih dari 40 persen unggahan panjang di platform tersebut ditandai sebagai konten buatan AI sepenuhnya.
Secara keseluruhan, satu dari empat unggahan panjang di berbagai platform yang diteliti merupakan konten buatan AI.
Pangram Labs mencatat bahwa konten yang lebih panjang cenderung lebih sering dibuat AI dibandingkan unggahan pendek.
Meskipun unggahan LinkedIn hanya mencakup sekitar sepertiga dari materi yang dipindai, platform tersebut menyumbang hampir dua pertiga atau 62 persen dari seluruh konten AI yang terdeteksi.
>>> Transjakarta Koridor 'Jalur Langit' Terganggu Pembongkaran JPO, Macet Mengular
Sementara itu, Substack menjadi platform yang paling sedikit terdampak. Unggahan panjang di Substack lebih jarang dibuat AI dibandingkan platform lain.
Jika konten campuran buatan manusia dan AI ikut dihitung, X menjadi platform dengan proporsi konten AI tertinggi.
Studi menemukan 23,9 persen artikel di X sepenuhnya dibuat AI dan 22,9 persen lainnya merupakan konten campuran.
Pangram Labs menyebut pengguna lebih bersedia menggunakan AI untuk berbicara di ruang profesional yang terhubung dengan identitas asli.
Penggunaan AI lebih rendah di platform kasual dan anonim.
>>> Lalu Lintas Tendean Arah Pancoran Dibuka, Arah Blok M Masih Ditutup
CEO Pangram Labs, Max Spero, mengatakan bahwa tulisan AI kini menjadi masalah di seluruh media sosial. Data menunjukkan konten buatan AI berdampak besar terutama pada konten panjang.
Update Terbaru
Ivan Gunawan dan Ruben Onsu Bicara Reset Hidup: Bukan Sekadar Mengejar Sukses
Selasa / 14-07-2026, 22:42 WIB
Mandy CJ Gelar Pameran Tunggal The Way Back, Jadikan Seni sebagai Jembatan Toleransi
Selasa / 14-07-2026, 22:42 WIB
Berantas Judi Online, Komdigi Dorong Perbankan Perkuat KYC
Selasa / 14-07-2026, 22:42 WIB
Angkatan Muda Golkar Kecam Deddy Sitorus yang Sebut Bahlil 'Bolu Ketan'
Selasa / 14-07-2026, 22:42 WIB
Tak Ada Sanggahan, Komdigi Tetapkan Hasil Seleksi Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz
Selasa / 14-07-2026, 22:42 WIB
AXA Mandiri Tekankan Kemudahan Klaim Digital dan Express Claim
Selasa / 14-07-2026, 22:42 WIB
Huawei Luncurkan FreeClip 2 S Global dengan Desain Open-Ear dan Driver Ganda 10.8mm
Selasa / 14-07-2026, 22:39 WIB
Desain Kamera Galaxy S27 Ultra Mungkin Tidak Berubah Drastis
Selasa / 14-07-2026, 22:39 WIB
Samuel Chatto Lamar Kekasih dengan Cincin Porselen Buatan Sendiri
Selasa / 14-07-2026, 22:39 WIB
Octopath Traveler dan Octopath Traveler 2 Hadir di Switch 2 Tanpa Jalur Upgrade
Selasa / 14-07-2026, 22:36 WIB
Otoritas Selidiki Insiden Jendela Pesawat Ryanair yang Retak
Selasa / 14-07-2026, 22:36 WIB
United Airlines Hadirkan Kursi Tengah Kosong di Kelas Ekonomi Plus
Selasa / 14-07-2026, 22:36 WIB
Hakim Agung AS Minta Anggaran Keamanan Naik 10 Persen Akibat Ancaman
Selasa / 14-07-2026, 22:36 WIB
Tersangka Terowongan Narkoba Ekstradisi Mengaku Tidak Bersalah di Pengadilan AS
Selasa / 14-07-2026, 22:36 WIB







