Puluhan pakar dari berbagai negara telah menyusun rekomendasi untuk mengontrol akses anak ke media sosial di Uni Eropa.

Komisi Eropa memesan laporan itu tahun lalu untuk membantu merumuskan proposal regulasi baru tentang akses anak ke media sosial.

>>> Produk Viral TikTok yang Benar-Benar Layak Dibeli

Dukungan Larangan dari Presiden Komisi Eropa

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen telah menyatakan mendukung pendekatan restriktif.

Dalam pidato kenegaraan September lalu, ia mengatakan masyarakat perlu mengajarkan anak-anak bahwa mereka tidak boleh merokok, minum, dan menonton konten dewasa hingga usia tertentu.

Ia mencontohkan larangan media sosial untuk anak di bawah 16 tahun di Australia dan mengikuti kebijakan tersebut dengan saksama.

Beberapa negara anggota mendukung larangan tersebut dan von der Leyen bisa menguraikan proposal legislasi pada September mendatang.

Perdebatan Global dan Langkah Negara Anggota

Prancis menjadi salah satu negara Uni Eropa yang memimpin seruan kontrol lebih ketat terhadap media sosial.

Pemerintah Prancis berupaya mempercepat undang-undang yang melarang anak di bawah 15 tahun mengakses platform utama mulai awal tahun ajaran September.

Rancangan undang-undang itu terhambat karena perbedaan pendapat di parlemen mengenai apakah larangan berlaku untuk semua jejaring sosial atau hanya yang dianggap berbahaya.

>>> Edgar Berlanga Ingin ke WWE dan Akting, Tinju Tetap Prioritas

Komisi Eropa memperingatkan bahwa perbedaan itu bisa membuatnya tidak sesuai dengan hukum Uni Eropa.

Italia juga mempertimbangkan larangan untuk anak di bawah 15 tahun, sementara Yunani mengumumkan akan memberlakukan larangan mulai 2027.

Austria dan Slovenia menyiapkan legislasi untuk melarang akses bagi anak di bawah 14 dan 15 tahun.

Spanyol dan Portugal mengusulkan usia minimum 16 tahun. Jerman, Denmark, dan Swedia juga memperdebatkan batasan usia.

Di luar Uni Eropa, Inggris, Norwegia, dan Kanada bersiap melarang media sosial untuk anak di bawah 16 tahun.

Turki telah mengesahkan larangan untuk anak di bawah 15 tahun yang akan berlaku tahun ini.

Australia menjadi negara pertama yang menerapkan batasan usia pada Desember 2025, disusul Indonesia dan Malaysia tahun ini.

>>> Head to Head Argentina vs Inggris: Siapa Lebih Unggul Jelang Semifinal Piala Dunia 2026?

Di China, akses anak ke media sosial telah dibatasi secara progresif sejak 2019 dengan pembatasan waktu layar, bukan larangan total.