Pasukan Garda Revolusi Iran melancarkan serangan rudal dan drone balasan terhadap fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait, seperti dilaporkan The Guardian pada Senin.

Serangan regional juga menargetkan sistem radar Oman dan sebuah pangkalan udara di Yordania.

>>> Kode Wisteria Roblox Terbaru Juli 2026, Dapatkan Hadiah Gratis

Eskalasi militer ini menyusul serangan udara AS semalam terhadap puluhan aset Iran.

Yordania berhasil mencegat empat rudal di wilayahnya, sementara Kuwait menembaki sasaran udara musuh di dalam wilayah udaranya.

Ketegangan meningkat setelah Garda Revolusi Islam menembaki sebuah kapal kontainer berbendara Siprus. Tehran kemudian mengumumkan penutupan jalur maritim strategis Selat Hormuz.

"Selat Hormuz adalah koridor maritim vital bagi perdagangan global," kata Komando Pusat militer AS.

Pejabat AS menyatakan bahwa pasukan Amerika secara aktif menjaga jalur laut tersebut tetap terbuka dengan kekuatan.

Mereka mencatat bahwa lalu lintas kapal komersial terus melintasi perairan sempit itu meski dalam jumlah berkurang.

>>> 45 PP Dark Aesthetic Anime Girl Hitam Putih untuk Foto Profil Keren

"Itu adalah wilayah kami," kata Garda Revolusi Iran.

Kelompok militer Iran menolak pernyataan AS mengenai jalur air tersebut. Mereka menyatakan tidak akan mengizinkan campur tangan asing yang tidak sah di jalur pelayaran maritim strategis itu.

Operasi ini terjadi di tengah masa perjanjian sementara 60 hari yang dimaksudkan untuk mengadakan perundingan damai permanen.

Mediator internasional dari Pakistan, Qatar, dan Mesir terus melanjutkan upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan akhir.

Media pemerintah melaporkan bahwa pemboman semalam mengakibatkan korban jiwa di Iran selatan. Seorang karyawan perusahaan telekomunikasi dan seorang letnan angkatan laut Iran tewas, sementara dua orang lainnya terluka.

>>> Paradoks Demokrasi Indonesia: Dukung Demokrasi tapi Terima Pembatasan Kebebasan

Pasukan Komando Pusat AS merespons dengan melancarkan serangan militer balasan berikutnya. Serangan balasan Amerika menargetkan setidaknya 140 lokasi di dalam Iran.