Paradoks Demokrasi Indonesia: Dukung Demokrasi tapi Terima Pembatasan Kebebasan
Sebuah survei terbaru mengungkap paradoks dalam pandangan masyarakat Indonesia terhadap demokrasi. Di satu sisi, mayoritas warga menyatakan dukungan terhadap prinsip demokrasi seperti pemilu, kebebasan pers, dan hak berdemonstrasi.
Namun di sisi lain, banyak dari mereka justru menerima pembatasan kebebasan sipil oleh negara.
>>> Cara Cepat Dapat Saldo Dana 2026 Lewat Game Puzzle Warna
Survei tatap muka terhadap 2.520 responden di 22 provinsi ini dilakukan pada Maret-April 2025.
Pemaknaan Demokrasi yang Berbeda
Ketika diminta mengidentifikasi ciri-ciri negara demokratis, jawaban responden jauh dari standar yang digunakan ilmuwan politik. Rata-rata responden hanya menyetujui sekitar sepertiga karakteristik demokrasi menurut kerangka Economist Intelligence Unit.
Hal ini menunjukkan bahwa banyak warga memaknai demokrasi secara iliberal. Mereka tetap menerima pemilu, namun menganggap pembatasan ruang sipil sebagai sesuatu yang wajar.
Hampir separuh responden percaya bahwa diskusi publik harus mendapat izin pemerintah. Separuh lainnya menganggap pembubaran demonstrasi oleh polisi sebagai ciri negara demokratis.
Sekitar dua pertiga responden juga menilai kritik kepada pemerintah harus selalu disertai solusi. Sementara sepertiga mendukung pembatasan isu yang boleh diberitakan media.
Akar Paternalisme
Analisis menemukan kuatnya preferensi masyarakat terhadap paternalisme. Negara diposisikan seperti 'kepala keluarga' yang berhak mengarahkan dan membatasi warganya demi ketertiban.
Cara pandang ini mirip dengan gagasan negara integralistik era Orde Baru. Hubungan negara dan warga lebih menyerupai hubungan orang tua dan anak.
Filosofi ini menjunjung tinggi kerukunan sosial melalui dominasi satu pandangan. Akibatnya, kesepakatan yang terjadi lebih merupakan penyeragaman daripada persetujuan yang bebas.
>>> Tamu di Vila Andrea Bocelli di Italia Klaim Jadi Korban Perampokan Rp8 Miliar
Update Terbaru
Tangis Istri Temon Pecah di Pemakaman: Sampai Jumpa Sayangku
Senin / 13-07-2026, 17:28 WIB
Energi Bersih Tak Cukup Ramah Lingkungan, Tetapi Juga Harus Bisa Dipercaya
Senin / 13-07-2026, 17:28 WIB
5 Sabun Cuci Muka untuk Kulit Berminyak dengan Klaim Kontrol Minyak
Senin / 13-07-2026, 17:28 WIB
Liburan Catamaran Mewah Berubah Menjadi Petualangan Bertahan Hidup yang Menakutkan
Senin / 13-07-2026, 17:22 WIB
Labyrinth: Mahakarya Fantasi Jim Henson yang Abadi untuk Rekonsiliasi Keluarga
Senin / 13-07-2026, 17:22 WIB
Genap 75 Tahun, Lautan Luas Percepat Transformasi Bisnis Berkelanjutan
Senin / 13-07-2026, 17:21 WIB
S&P Pertahankan Peringkat Indonesia BBB dengan Outlook Stabil
Senin / 13-07-2026, 17:21 WIB
200+ Nama ML Keren Cewek Aesthetic & Unik, dari Manis hingga Ganas
Senin / 13-07-2026, 17:21 WIB
150 Nama Guild FF yang Belum Dipakai, Super Keren dan Anti-Mainstream
Senin / 13-07-2026, 17:20 WIB
Fitur Google Ini Membuat Saya Sulit Tinggalkan Pixel demi Galaxy
Senin / 13-07-2026, 17:20 WIB
Penyanyi Lorde Kecam Smartglasses di Atas Panggung, Sebut 'F*** the Glasses'
Senin / 13-07-2026, 17:20 WIB
Aktor 'Jurassic Park' Sam Neill Meninggal Dunia di Usia 78
Senin / 13-07-2026, 16:56 WIB
Barcelona Jadi Klub Penyumbang Pemain Terbanyak di Semifinal Piala Dunia 2026
Senin / 13-07-2026, 16:56 WIB
Persija Pinjamkan 5 Pemain Muda ke Persis Solo, Termasuk Leeming Bersaudara
Senin / 13-07-2026, 16:53 WIB







