Prabowo: Saya Maju 5 Kali, 4 Kali Kalah, Tak Pernah Suruh Anak Buah Bakar-Bakar

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perbedaan pandangan politik dan rivalitas antarpartai di Indonesia bukanlah persoalan.
Namun, ia menyentil keras pihak yang menganjurkan aksi anarkis berupa gerakan "bakar-bakar" setelah kalah dalam kontestasi politik.
>>> Panduan Lengkap Cara Daftar Cek Kesehatan Gratis MPLS 2026
Prabowo menyebut pemimpin yang memprovokasi tindakan semacam itu sebagai pengkhianat bangsa. "Siapa yang menang, monggo.
Jangan kalau kalah mau bakar-bakar, itu bangsa apa itu?
Pemimpin yang menganjurkan bakar-bakar di republik ini, itu adalah pemimpin pengkhianat, saudara-saudara sekalian," tegasnya dalam sambutan pada puncak Hari Koperasi Nasional di Indonesia Arena, GBK, Jakarta, Minggu (12/7/2026).
Pengalaman Politik Prabowo
Dalam pidatonya yang juga membahas komitmen pemberantasan korupsi dan penertiban BUMN, Prabowo mengungkapkan pengalaman politiknya.
Ia mengatakan telah mengikuti lima kali pemilihan presiden dan mengalami kekalahan sebanyak empat kali, namun tidak pernah mengerahkan pendukungnya untuk berbuat anarkis.
"Saya percaya hukum karma akan kena kepada mereka semua itu. Saya maju lima kali pemilihan, empat kali kalah, nggak pernah saya suruh anak buah saya bakar-bakar.
Demo aja nggak," ujar Prabowo.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap demokrasi, Prabowo juga mengingatkan bahwa dirinya tetap menghadiri pelantikan rival politiknya sebagai wujud sikap menghormati hasil pemilu.
>>> FIFA Ingin Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Peserta
"Saya datang pelantikan rival saya, saya datang, saya hormat, saya kasih selamat," imbuhnya.
Presiden ke-8 RI itu kemudian mengibaratkan persaingan politik seperti pertandingan sepak bola.
Menurutnya, kompetisi merupakan hal yang wajar dan sehat, sementara menang maupun kalah adalah hasil yang harus diterima dengan lapang dada.
"Bersaing itu baik, pertandingan itu baik. Iya kan?
Sepak bola ada pertandingan kan, ada dua. Satu harus menang.
Kalau satu kalah, masa wasitnya mau digebukin? Ya?
Persaingan itu biasa. Nggak ada masalah," tutur Prabowo.
Prabowo menutup pesannya dengan mengajak seluruh elemen bangsa menjaga persatuan.
>>> Gelombang Panas Ekstrem Landa Korsel, Gyeongsan dan Pohang Siaga Darurat
Menurutnya, setelah proses demokrasi selesai, semua pihak harus mendukung pemimpin yang telah memperoleh mandat rakyat demi kepentingan bangsa dan negara.
Update Terbaru
Ultimatum AS, Iran Tutup Selat Hormuz dan Akhiri Perjanjian Sepihak
Senin / 13-07-2026, 04:23 WIB
Kasus Febrie Adriansyah Kembali Viral, Mahfud MD Ingatkan Ucapan Prabowo soal 'Baju Hijau dan Coklat'
Senin / 13-07-2026, 04:23 WIB
Jadwal MPLS 2026 SD, SMP, dan SMA Resmi Dirilis, Cek di Sini!
Senin / 13-07-2026, 04:23 WIB
Kemenangan Kedua Kiandra Ramadhipa di Sachsenring
Senin / 13-07-2026, 04:13 WIB
15 Produk Inovasi Dosen Unhas Kantongi Izin Edar BPOM
Senin / 13-07-2026, 04:13 WIB
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 13 – 19 Juli 2026
Senin / 13-07-2026, 04:00 WIB
Jadwal Bioskop Trans TV 14 – 19 Juli 2026
Senin / 13-07-2026, 04:00 WIB
Pemimpin Eropa Kecam Mariano Rajoy atas Komentar Rasis soal Timnas Prancis
Senin / 13-07-2026, 03:49 WIB
Dubes Israel Tuding Anggota Kongres AS Ro Khanna Lakukan Aksi Politik
Senin / 13-07-2026, 03:49 WIB
Kate Ungkap Ambisi Pangeran Louis Jadi Ball Boy Wimbledon
Senin / 13-07-2026, 03:45 WIB
Worcester Biayai Sewa Lapangan Tenis dan Pickleball Gratis Musim Panas
Senin / 13-07-2026, 03:45 WIB
Pangeran William Menangkan Pertandingan Polo Amal di Windsor, Kumpulkan Jutaan Dolar
Senin / 13-07-2026, 03:44 WIB
Curtis Mead Diistirahatkan Nationals Saat Lawan Yankees
Senin / 13-07-2026, 03:44 WIB
Jannik Sinner Pertahankan Gelar Wimbledon, Raup Rp 72 Miliar
Senin / 13-07-2026, 03:44 WIB







