Putri Wales mengungkapkan bahwa putra bungsunya, Pangeran Louis yang berusia delapan tahun, sangat ingin menjadi ball boy di turnamen Wimbledon.

Kate menyampaikan hal itu saat bertemu dengan Jenna Fontanilla, anggota tim layanan lapangan Kejuaraan Wimbledon, di lapangan London barat daya pada Sabtu sore.

>>> Worcester Biayai Sewa Lapangan Tenis dan Pickleball Gratis Musim Panas

Pertemuan itu terjadi tepat sebelum sang putri menyaksikan final tunggal putri antara petenis Ceko Karolina Muchova dan Linda Noskova, dan kemudian menyerahkan trofi kepada pemenang di Centre Court.

Menurut Fontanilla, Kate memulai percakapan tentang beratnya tugas di lapangan dan menyebut bahwa putra bungsunya sering bertanya tentang cara menjadi ball boy.

"Dia bercerita tentang bagaimana Louis bertanya kepadanya tentang cara menjadi ball boy, dan kami berbicara tentang betapa beratnya bekerja di lapangan dan bagaimana kami bekerja sama dengan para ball kid.

Sungguh menyenangkan," ujar Fontanilla.

Fontanilla mengaku bahwa sang putri langsung membuatnya merasa nyaman. Ia menggambarkan interaksi itu berlangsung alami, meskipun awalnya ia merasa gugup.

"Dia sangat tulus. Rasanya begitu mudah.

Saya pikir saya akan sangat gugup, tetapi dia membuatnya mudah. Percakapan berlangsung sangat alami," kata Fontanilla.

Fontanilla juga menceritakan momen ketika ia menyadari kehadiran sang putri.

"Melihatnya dari balik pintu, saya berpikir: 'Ya ampun, dia datang', lalu saya mendengar percakapannya dengan orang lain, semuanya terasa alami dan menenangkan," kenangnya.

Ia juga menggambarkan detik-detik sebelum berjabat tangan dengan Kate. "Saat dia mendekat dan mengulurkan tangan, saya bingung tangan mana yang harus saya ulurkan.

>>> Pangeran William Menangkan Pertandingan Polo Amal di Windsor, Kumpulkan Jutaan Dolar