Penyebab kematian Senator Lindsey Graham akhirnya terungkap. Juru bicara lamanya mengonfirmasi bahwa Graham meninggal akibat robekan pada aorta.

Taylor Reidy, direktur komunikasi Graham, membagikan informasi tersebut melalui X. Ia menyebut data itu berasal dari temuan awal Medical Examiner District of Columbia.

>>> Mahfud MD: Prabowo Seharusnya Tahu Siapa yang Membekingi Febrie Adriansyah

Menurut pemeriksaan awal, Graham meninggal karena "aortic dissection due to arteriosclerotic cardiovascular disease."

Ini berarti terjadi robekan pada lapisan dalam aorta akibat pengerasan dan penyempitan arteri karena penumpukan plak.

Mayo Clinic menjelaskan bahwa diseksi aorta adalah robekan pada lapisan dalam aorta, arteri utama tubuh. Darah mengalir melalui robekan tersebut dan jika keluar dari arteri, seringkali berakibat fatal.

>>> Ultimatum AS, Iran Tutup Selat Hormuz dan Akhiri Perjanjian Sepihak

Reidy menekankan bahwa ini bukan hasil otopsi final. Masih ada kemungkinan perubahan seiring penyelidikan lebih lanjut.

Sebelumnya, tim Graham merilis pernyataan pada Sabtu malam yang mengumumkan kepergiannya akibat "penyakit singkat dan mendadak." Foto-foto menunjukkan Graham digotong dengan tandu dari rumahnya.

Rekaman 911 mengindikasikan ia mengalami nyeri dada sebelum panggilan dilakukan.

>>> Kasus Febrie Adriansyah Kembali Viral, Mahfud MD Ingatkan Ucapan Prabowo soal 'Baju Hijau dan Coklat'

Presiden Donald Trump dan sejumlah pemimpin dunia lainnya telah memberikan penghormatan. Bendera dikibarkan setengah tiang untuk menghormati Graham yang meninggal di usia 71 tahun.