Ultimatum AS, Iran Tutup Selat Hormuz dan Akhiri Perjanjian Sepihak
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah AS melancarkan serangan terhadap ratusan target di Iran. Akibatnya, Iran kembali menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dunia.
Negosiator senior Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menyatakan bahwa era perjanjian sepihak telah berakhir. "Era perjanjian sepihak telah berakhir.
Kami sudah memperingatkan kalian: tepati janji atau bayar harganya," ujarnya, Senin (13/7).
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) kembali mengancam lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.
Mereka menyatakan serangan terhadap kapal-kapal akan terus dilakukan hingga apa yang disebut sebagai "berakhirnya campur tangan Amerika Serikat di Timur Tengah."
Sementara itu, Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) mengumumkan telah menyelesaikan gelombang ketiga operasi militer dengan menyerang sekitar 140 sasaran di Iran.
Total target yang dihantam dalam tiga malam terakhir telah melampaui 300 lokasi.
Menurut AS, operasi tersebut bertujuan mengurangi kemampuan musuh dalam menyerang kapal dagang dan jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.
CENTCOM menyatakan kapal komersial masih dapat melintas, meski ancaman masih berlangsung.
>>> Jadwal MPLS 2026 SD, SMP, dan SMA Resmi Dirilis, Cek di Sini!
Eskalasi terbaru dipicu oleh serangan terhadap sejumlah kapal dagang di dekat perairan Oman.
Iran mengklaim telah menyerang satu kapal yang melintas tanpa izin, lalu melumpuhkan kapal kedua dalam operasi berikutnya.
Dampak insiden mulai dirasakan sejumlah negara. Pemerintah India melaporkan seorang warganya hilang setelah kapal dagang GFS Galaxy diserang.
Sepuluh awak kapal asal India berhasil diselamatkan.
Iran juga mengklaim menyerang sejumlah fasilitas militer dan pendukung AS di Teluk sebagai pembalasan. Pemerintah Qatar melaporkan tiga orang, termasuk seorang anak, terluka akibat serpihan proyektil.
Yordania mengonfirmasi tiga rudal jatuh di wilayahnya dan menyebabkan kerusakan ringan tanpa korban jiwa. Di Oman, sejumlah drone menyerang beberapa lokasi di wilayah Musandam, dekat Selat Hormuz.
Rangkaian serangan ini meningkatkan ancaman terhadap stabilitas jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur distribusi minyak dan gas terpenting di dunia.
>>> Kemenangan Kedua Kiandra Ramadhipa di Sachsenring
Pernyataan Iran bahwa "perjanjian sepihak telah usai" memunculkan kekhawatiran diplomasi kembali berada di ujung tanduk.
Update Terbaru
Komedian Temon Meninggal Akibat Serangan Jantung, Kenali 8 Gejala Awalnya
Senin / 13-07-2026, 05:23 WIB
Thunderobot Pamerkan Zero Air 16 Racing Edition dengan RTX 5070 dan Bobot Super Ringan
Senin / 13-07-2026, 05:23 WIB
Ramalan Zodiak 13 Juli: Capricorn Waspada, Aquarius Jangan Mudah Percaya
Senin / 13-07-2026, 05:23 WIB
8 Tanda Tubuh Kurang Bergerak yang Sering Diabaikan Orang
Senin / 13-07-2026, 05:14 WIB
Prancis Matikan Tiga Reaktor Nuklir Akibat Gelombang Panas 41 Derajat
Senin / 13-07-2026, 05:14 WIB
Innalillahi! Wajah Cinta yang Lain Akhirnya Turun, Inilah Acara TV dengan Rating Terbaik Hari ini 13 Juli 2026
Senin / 13-07-2026, 05:00 WIB
Sinopsis Dilwale Dulhania Le Jayenge Mega Bollywood Paling Yahud Hari ini 13 Juli 2026 di ANTV
Senin / 13-07-2026, 05:00 WIB
Jadwal Program Trans TV Hari ini 14 Juli 2026 ada Film Bioskop Brownies, Insert dan Pagi-Pagi Ambyar serta Link Nonton
Senin / 13-07-2026, 05:00 WIB
Pogacar Desak Perubahan Kalender Balap Akibat Cuaca Ekstrem di Tour de France
Senin / 13-07-2026, 04:52 WIB
Kebakaran Pub di Bangkok Tewaskan 27 Orang, Puluhan Terluka
Senin / 13-07-2026, 04:52 WIB







