Israel menyatakan kesiapannya untuk kembali bergabung dalam operasi militer melawan Iran jika Amerika Serikat (AS) memutuskan melanjutkan aksi bersenjata.

Duta Besar Israel untuk AS, Dr. Michael Leiter, mengatakan pihaknya tidak akan ragu memberikan dukungan militer apabila diminta oleh Presiden AS Donald Trump.

>>> Kasus Febrie Adriansyah Jadi Uji Integritas Hukum, Jaksa Watch Minta Tak Berhenti di Dua Tersangka

"Jika Amerika Serikat meminta kami kembali bergabung dalam operasi militer melawan mereka, kami akan berada di sana untuk Amerika Serikat," ujar Leiter, dikutip Senin (13/7).

Leiter menyebut Trump selama ini tetap mengedepankan jalur diplomasi dengan Iran. Namun, Teheran dinilai telah melanggar syarat utama dalam nota kesepahaman (MoU) yang sebelumnya disepakati.

Ia mengatakan satu-satunya kewajiban utama Iran dalam kesepakatan tersebut adalah memastikan terbukanya Selat Hormuz.

"Ketika Amerika Serikat menandatangani MoU dengan mereka beberapa pekan lalu, hanya ada satu hal yang harus dipenuhi, yaitu menjaga Selat Hormuz.

Dan mereka sama sekali mengabaikannya," kata Leiter.

>>> Prabowo: Saya Maju 5 Kali, 4 Kali Kalah, Tak Pernah Suruh Anak Buah Bakar-Bakar

Pembicaraan dengan Lebanon dan Ancaman Hizbullah

Leiter juga mengungkapkan pihaknya saat ini tengah menjalankan pembicaraan dengan Lebanon. Ia menegaskan salah satu tujuan utama Israel adalah menghilangkan pengaruh Kelompok Hizbullah di Lebanon.

"Iran tidak boleh terlibat di Lebanon. Mereka tidak punya urusan di Lebanon, begitu juga Hizbullah," tegasnya.

Menurut Leiter, Israel dan Lebanon memiliki kepentingan yang sama untuk melemahkan Hizbullah karena kelompok tersebut dinilai menjadi ancaman bagi stabilitas kawasan.

Israel menurutnya siap menarik diri dari wilayah tertentu apabila kelompok militan tersebut tidak lagi menjadi ancaman keamanan.

Pernyataan Israel mengenai kesiapan kembali berperang muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah serangkaian aksi saling serang antara Washington dan Teheran.

>>> Panduan Lengkap Cara Daftar Cek Kesehatan Gratis MPLS 2026

Sikap tersebut memperlihatkan bahwa koordinasi militer antara kedua sekutu masih terus berlangsung meski sebelumnya keduanya menyatakan tetap membuka peluang penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.