Mantan Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy mendapat kecaman keras dari para pemimpin politik Eropa setelah menulis kolom di surat kabar El Debate pada Jumat lalu.

Dalam tulisannya, Rajoy menyebut tim nasional Prancis tidak memiliki pemain Prancis, meskipun mengakui kekuatan tim tersebut sebagai juara dunia dua kali dan finalis Piala Dunia terakhir.

>>> Dubes Israel Tuding Anggota Kongres AS Ro Khanna Lakukan Aksi Politik

Pernyataan itu langsung menuai reaksi.

Perdana Menteri Spanyol saat ini, Pedro Sánchez, membalas melalui media sosial dengan menegaskan bahwa identitas nasional tidak boleh diukur dari nama belakang, tempat lahir, atau warna kulit.

Sánchez menambahkan bahwa Spanyol milik mereka yang mencintai dan bekerja untuk negara, bukan mereka yang mempermalukannya dengan pernyataan xenofobia.

>>> Kate Ungkap Ambisi Pangeran Louis Jadi Ball Boy Wimbledon

Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nuñez menyebut komentar Rajoy sama sekali tidak dapat diterima dan tidak mencerminkan Prancis yang merupakan negara keberagaman.

Pemimpin Partai Sosialis Prancis Olivier Faure menekankan bahwa Prancis adalah bangsa politik, bukan etnis, dan tidak memiliki warna kulit atau agama tertentu.

Pemimpin Partai Komunis Prancis Fabien Roussel membandingkan pernyataan Rajoy dengan kontroversi terpisah yang melibatkan politikus Paraguay yang menargetkan Kylian Mbappé.

>>> Worcester Biayai Sewa Lapangan Tenis dan Pickleball Gratis Musim Panas

Menteri Wilayah Seberang Laut Prancis Naïma Moutchou mencatat bahwa hinaan semacam itu kerap menimpa tim nasional saat turnamen besar.