The New York Times mengumumkan akan menentang secara hukum panggilan pengadilan federal yang diterima lima jurnalisnya pada Jumat lalu terkait liputan mereka tentang kekhawatiran Secret Service atas pesawat Air Force One baru yang disumbangkan Qatar.

Pemimpin redaksi Joe Kahn mengkritik tindakan hukum tersebut sebagai upaya terarah untuk mengintimidasi jurnalis investigasi dan menekan kebebasan pers yang dilindungi Amandemen Pertama.

>>> FIFA dan YouTube Gelar Piala Kreator Perdana di New York

Lima reporter—Tyler Pager, Eric Schmitt, Eric Lipton, Julian Barnes, dan Adam Goldman—diperintahkan oleh Jaksa AS Jay Clayton untuk memberikan kesaksian di hadapan dewan juri federal Manhattan pada Rabu ini.

Beberapa panggilan bahkan diserahkan langsung ke tempat tinggal para jurnalis oleh agen federal.

Sikap Tegas New York Times

Dalam memo internal kepada staf, Kahn menyebut panggilan tersebut sebagai "upaya telanjang untuk mengintimidasi" dan menegaskan bahwa tantangan hukum ini bertujuan melindungi pelaporan akuntabilitas di semua pemerintahan federal.

Kahn menyatakan bahwa New York Times siap memberikan representasi hukum penuh bagi para jurnalis yang menjadi sasaran.

Ia juga menekankan komitmen untuk melawan upaya pemerintah membatasi pelaporan yang jelas-jelas demi kepentingan publik.

Pembelaan Departemen Kehakiman

Departemen Kehakiman membela tindakannya melalui pernyataan resmi, mengklarifikasi bahwa investigasi federal menargetkan sumber kebocoran di internal administrasi, bukan para jurnalis.

Juru bicara DOJ mengatakan, "Setiap pemerintahan telah menangani kejahatan membocorkan informasi keamanan nasional."

DOJ mengakui adanya ketegangan alami antara jaksa federal dan jurnalis investigasi dalam kasus keamanan nasional, namun menegaskan tidak akan mengabaikan hukum.

Para advokat kebebasan pers menyuarakan keprihatinan atas panggilan tersebut, mencatat bahwa DOJ sebelumnya telah merevisi pedoman terkait kesaksian jurnalis.