Jamie Mantzouridis membuka kisahnya tentang penggunaan steroid dan hormon pertumbuhan yang dipicu oleh tekanan citra tubuh di masyarakat modern.

Ia mengingat kecemasan saat pertama kali menyuntikkan steroid, merasa takut sekaligus bersemangat. "Bagaimana jika mengenai arteri?

>>> Mitch McConnell Ungkap Jatuh yang Sebabkan Rawat Inap dan Rencana Pemulihan

Bagaimana jika ada gelembung udara?" Namun, dorongan masa muda membawanya ke jalur berbahaya.

Tumbuh dengan perasaan kecil dan minder, Mantzouridis mulai berlatih keras di awal usia 20-an.

Melihat rekan-rekan di gym yang lebih besar dan mengaitkan bentuk tubuh mereka dengan steroid, ia merasa terdorong untuk mencobanya.

>>> Emelec Gagal Akhiri Puasa Kemenangan Lawan Barcelona SC di Clasico del Astillero

Pada usia 21 tahun, ia berpikir steroid bisa mempercepat hasil latihannya, meskipun kini ia mengakui risikonya sangat serius.

Siklus Pertama dan Efek Samping

Siklus pertamanya melibatkan trenbolone, steroid anabolik kuat yang dikembangkan untuk ternak. Mendapatkannya mudah; ia hanya perlu bertanya pada pengunjung gym yang lebih berpengalaman.

Dalam setahun, manfaat yang terlihat mulai dibayangi efek samping mengkhawatirkan, termasuk jerawat parah yang membuatnya malu dengan penampilannya.

>>> Studi Membantah Klaim PHK Akibat AI, Justru Dorong Startup Individu

Suatu insiden memperburuk keadaannya ketika suntikan rutin meleset dan menyebabkan infeksi yang memerlukan rawat inap. Meski serius, ia meremehkannya di depan ibunya, yang kemudian menghadapinya dengan kebenaran.