Kasus pembunuhan yang menjerat musisi D4vd terus berjalan lambat sejak jasad Celeste Rivas ditemukan di Tesla miliknya tahun lalu.

Kini terungkap bahwa grand jury telah bersidang lebih sering dari yang diketahui sebelumnya.

>>> PDIP: Menteri ESDM Bahlil Harus Diperiksa dalam Kasus Korupsi Batu Bara

Seorang hakim menyetujui pembukaan terbatas transkrip kesaksian grand jury yang diberikan dalam tujuh kesempatan berbeda.

Transkrip tersebut diambil selama 18 hari, terdiri dari lima hari di November, lima hari di Desember, dan delapan hari di Februari.

Tiga grand jury berbeda dipanggil selama periode tersebut, masing-masing satu kali setiap bulan.

Pembukaan terbatas ini tidak berarti publik bisa mengakses dokumen tersebut.

Dokumen hanya akan diberikan kepada pengacara pembela dan jaksa yang menangani kasus ini.

>>> Argentina Tantang Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026, Lini Belakang Messi Cs Jadi Sorotan

Meskipun diketahui grand jury bersidang selama beberapa bulan sebelum D4vd ditangkap pada April, frekuensi dan durasi sidang baru terungkap sekarang.

Sumber penegak hukum mengatakan kepada TMZ bahwa ini adalah grand jury investigasi.

Namun, Harvey Levin dari TMZ menilai kejadian aneh sebelum dan sesudah penangkapan menunjukkan adanya masalah dengan kasus jaksa.

Jaksa menuduh D4vd membunuh Celeste, yang masih di bawah umur, pada April 2025 setelah ia diduga mengancam akan mengungkap informasi yang berpotensi merusak tentang hubungan terlarang mereka.

Menurut jaksa, D4vd mengundang Celeste ke rumahnya, membunuhnya, memotong-motong tubuhnya, dan memasukkannya ke dalam kantong.

>>> Lionel Scaloni Akui Argentina Beruntung Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026

D4vd telah menyatakan tidak bersalah atas semua tuduhan terhadapnya.