Bupati Temanggung Tolak Plain Packaging: Nasib Petani Tembakau Jadi Taruhan
Pemerintah Kabupaten Temanggung menyatakan keberatan terhadap Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan tentang Peringatan dan Informasi Kesehatan yang memuat ketentuan plain packaging atau penyeragaman kemasan produk tembakau.
Kebijakan itu dinilai berpotensi memberikan dampak negatif terhadap daerah penghasil tembakau yang perekonomiannya masih bergantung pada sektor tersebut.
>>> Dokter Tifa Pernah Bilang Jokowi Tak Pernah ke UGM, Kini Terbantahkan
Sikap tersebut disampaikan dalam Diskusi Sinergi Pemerintah, Industri, dan Petani dalam Membangun Ekosistem Pertembakauan Nasional yang Berkelanjutan.
Acara itu menjadi bagian dari Bharaya Fest 2026 di Pendopo Pengayoman Temanggung.
Penolakan dari Bupati dan Asosiasi Petani
Bupati Temanggung Agus Setyawan mengatakan bahwa pemerintah daerah menolak berbagai aturan turunan dari PP Nomor 28 Tahun 2024.
Salah satunya adalah Rancangan Permenkes yang dinilai dapat memperberat sektor pertembakauan.
"Sebagai daerah sentra tembakau, masyarakat kami masih sangat bergantung pada komoditas ini. Karena itu kami menolak usulan penyeragaman kemasan," katanya.
Agus menjelaskan, Pemerintah Temanggung telah menyampaikan sikap tersebut kepada Kemenko PMK, Kepala Staf Kepresidenan, serta Kementerian Pertanian.
Langkah itu dilakukan agar aspirasi daerah sentra tembakau menjadi pertimbangan dalam penyusunan kebijakan nasional.
Menurutnya, kebijakan yang berkaitan dengan industri hasil tembakau seharusnya tidak hanya dilihat dari satu sisi. Dampaknya terhadap kehidupan masyarakat di daerah penghasil tembakau juga harus dipertimbangkan.
Ia menilai sektor tersebut masih menjadi sumber penghidupan bagi petani, buruh tani, hingga pelaku usaha dalam rantai pasok pertembakauan.
Hingga kini program diversifikasi tanaman tembakau belum ada yang sukses.
Nilai Tukar Petani komoditas tembakau juga lebih tinggi dibanding komoditas lainnya, terutama karena masa tanam yang singkat.
Update Terbaru
Margaret Cho Olok-Olok Lindsey Graham Sesaat Setelah Kematiannya
Senin / 13-07-2026, 08:39 WIB
FIFA Buka Peluang Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030 dengan Format 64 Tim
Senin / 13-07-2026, 08:38 WIB
Alisson Becker Buka Suara Usai Brasil Tersingkir, Isyaratkan Ingin Main di Piala Dunia 2030
Senin / 13-07-2026, 08:38 WIB
KPK Beberkan Alasan Tak Ambil Alih Kasus Batu Bara, Asabri, dan Krakatau Steel
Senin / 13-07-2026, 08:32 WIB
Eks Jampidsus Tersangka karena Jokowi? Pengamat Sebut Ada Politik Saling Sandera
Senin / 13-07-2026, 08:28 WIB
Mulai 1 September 2026, Garuda Indonesia Ganti Aturan Bagasi Gratis, Ini Rinciannya
Senin / 13-07-2026, 08:27 WIB
Prabowo: Semua Partai Banyak Patriot, Tapi Ada Juga 'Bajingannya'
Senin / 13-07-2026, 08:27 WIB
Ramalan Zodiak 13 Juli: Taurus Terlalu Santai, Aries Jangan Sembrono
Senin / 13-07-2026, 08:24 WIB
Viral Pengantin Gelar Nobar Piala Dunia 2026 demi Manjakan Tamu Undangan
Senin / 13-07-2026, 08:24 WIB
Petugas Samsat Bakal Datang ke Rumah, Belum Bayar Pajak Jangan Panik
Senin / 13-07-2026, 08:23 WIB
13 Tokoh Asing Masuk Daftar Target Balas Dendam Iran
Senin / 13-07-2026, 08:18 WIB
Mobil Listrik Baru di Jepang Lebih Murah dari Bekas, Kok Bisa?
Senin / 13-07-2026, 08:17 WIB
Messi Sanjung Timnas Argentina yang 'Tidak Normal' di Piala Dunia 2026
Senin / 13-07-2026, 08:17 WIB
Saham Pendulang Cuan Pekan Ini: Energi hingga Perbankan Bisa Dilirik
Senin / 13-07-2026, 08:15 WIB







