13 Tokoh Asing Masuk Daftar Target Balas Dendam Iran
Sebuah surat kabar konservatif Iran, Hamshahri, menerbitkan daftar 13 tokoh asing yang disebut menjadi sasaran balas dendam atas tewasnya mantan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Daftar tersebut dirilis pada Sabtu (11/7) malam dan memuat potret para pemimpin Amerika Serikat, Israel, dan sejumlah negara Eropa.
>>> Mobil Listrik Baru di Jepang Lebih Murah dari Bekas, Kok Bisa?
Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan mantan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menjadi nama-nama yang tercantum.
Selain itu, ada Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, dan Kanselir Jerman Friedrich Merz.
Sejumlah menteri AS dan Israel juga masuk daftar, seperti Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz, dan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar.
Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee, Kepala Staf Umum Pasukan Pertahanan Israel Eyal Zamir, serta Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Brad Cooper turut disertakan.
Foto para tokoh tersebut ditampilkan mengenakan baju tahanan berwarna oranye. Namun, infografik itu tidak menyebut adanya pengesahan resmi dari pemerintah atau kantor pemimpin tertinggi Iran.
Infografik ini juga tidak muncul di edisi cetak Hamshahri yang terbit pada Minggu (12/7).
>>> Messi Sanjung Timnas Argentina yang 'Tidak Normal' di Piala Dunia 2026
Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari, hari pertama perang AS vs Iran.
Sejak itu, putra sekaligus penerusnya, Mojtaba Khamenei, berulang kali menyuarakan janji pembalasan. Dalam pesan pertamanya setelah pemakaman ayahnya, ia menegaskan balas dendam akan dilakukan.
"Pembalasan dendam adalah kehendak bangsa kita dan mau tidak mau harus dilaksanakan," kata Mojtaba pada Sabtu, dilansir AFP.
Khamenei sebelumnya sempat mengatakan telah menyusun daftar individu yang menjadi target Iran, namun tidak merincikan nama-namanya.
Selama perang berlangsung, Iran menuduh negara-negara Eropa gagal mengecam serangan di wilayahnya dan dianggap bersekongkol karena membiarkan pesawat militer AS melintasi wilayah udara mereka.
>>> Saham Pendulang Cuan Pekan Ini: Energi hingga Perbankan Bisa Dilirik
Mojtaba Khamenei sendiri belum terlihat di hadapan publik sejak sebelum perang, dan dilaporkan turut terluka dalam serangan yang menewaskan ayahnya.
Update Terbaru
Dokter Bedah Plastik Ungkap 5 Makanan yang Bikin Wajah Kurang Atraktif
Senin / 13-07-2026, 09:24 WIB
Persaingan Nike dan Adidas di Piala Dunia 2026: Siapa Unggul?
Senin / 13-07-2026, 09:24 WIB
Kiandra Ramadhipa Juara di Sachsenring, Indonesia Raya Berkumandang
Senin / 13-07-2026, 09:23 WIB
Alasan Remaja Rawan Kecelakaan saat Berkendara, Bukan soal Bisa Nyetir
Senin / 13-07-2026, 09:18 WIB
Gempa M5,4 Guncang Buol, Satu Pasien RS Tewas
Senin / 13-07-2026, 09:17 WIB
Momen Inggris Kalah Adu Penalti dari Argentina, Beckham Kartu Merah
Senin / 13-07-2026, 09:17 WIB
Zelensky Rombak Kabinet, Copot PM yang Baru Setahun Menjabat
Senin / 13-07-2026, 09:15 WIB
Harga Minyak Dunia Melonjak 3 Persen Usai AS-Iran Kembali Saling Serang
Senin / 13-07-2026, 09:14 WIB
18 Anak Kobra Keluar dari Lubang Lantai Rumah Setelah Disiram Bensin
Senin / 13-07-2026, 09:14 WIB
DKI Usut Dugaan Anggota Satpol PP Pungli Rumah Belajar di Jakut
Senin / 13-07-2026, 09:14 WIB
Penjualan Motor Juni 2026 Naik, Semester I Tembus 3,1 Juta Unit
Senin / 13-07-2026, 09:14 WIB
Haaland Pulang, Pesaing Mbappe Berburu Top Skor Piala Dunia Berkurang
Senin / 13-07-2026, 09:14 WIB
Tangan Gatal Setelah Pakai Jam saat Olahraga? Ini Penyebabnya
Senin / 13-07-2026, 09:14 WIB
Ledakan di Purwakarta Hancurkan Toko Bangunan, Satu Tewas
Senin / 13-07-2026, 09:14 WIB







