Militer Amerika Serikat melancarkan serangan balasan terhadap Iran pada Minggu, 5 Mei 2025, pukul 17.00 ET.

Serangan ini dipicu oleh serangan rudal dan drone intensif Tehran terhadap fasilitas AS di kawasan Teluk serta penutupan Selat Hormuz.

>>> Padres Kalahkan Blue Jays 5-4 Berkat Sacrifice Fly Ty France

Komando Pusat AS mengumumkan pengerahan pasukan untuk mengatasi eskalasi yang kini meluas ke Qatar dan Uni Emirat Arab.

Kekerasan yang meningkat ini mengancam kemajuan diplomatik yang baru saja dicapai.

Sebuah kesepakatan interim AS-Iran yang baru ditandatangani sebulan lalu kini berada dalam bahaya.

Tujuan Operasi Militer

Pejabat militer AS merinci tujuan operasi dalam pernyataan resmi pada Minggu sore.

Komando Pusat AS menyatakan operasi bertujuan "terus menurunkan kemampuan mereka menyerang pelaut sipil dan kapal komersial yang bebas melintasi Selat Hormuz."

>>> Mantan Eksekutif GungHo Takanori Kikuchi Ditangkap karena Dugaan Penggelapan

Presiden AS Donald Trump berkomentar singkat dalam wawancara telepon pada sore itu.

"Kami menghajar mereka," kata Trump.

Tanggapan Iran

Pejabat Iran merespons pada Senin pagi, menyatakan bahwa intervensi Barat telah membatalkan perundingan damai baru-baru ini.

Pemerintah Iran menyebut perundingan tersebut "sia-sia" dan menyalahkan pasukan Barat atas ketidakstabilan di jalur perdagangan maritim kritis.

>>> Minnesota Wild Dekati Perpanjangan Kontrak Rekor untuk Quinn Hughes

Dalam pernyataan kementerian luar negeri, Iran mengatakan: "Rezim AS juga menyebabkan kembalinya ketidakamanan di Selat Hormuz dan gangguan pengiriman komersial internasional dengan secara terbuka campur tangan dalam proses Iran menerapkan pengaturan yang diperlukan di Selat Hormuz."