Zelensky Rombak Kabinet, Copot PM yang Baru Setahun Menjabat
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan perombakan kabinet besar-besaran pada Minggu (12/7). Salah satu perubahan yang menonjol adalah pencopotan Perdana Menteri Yulia Svyrydenko yang baru setahun menjabat.
Dalam unggahan di media sosial X, Zelensky menyatakan bahwa Ukraina sedang mengubah strategi politik.
>>> Harga Minyak Dunia Melonjak 3 Persen Usai AS-Iran Kembali Saling Serang
Setiap area prioritas kebijakan luar negeri akan ditugaskan kepada orang tertentu dengan pengalaman yang mampu mengimplementasikan rencana tersebut.
Area terpenting ini meliputi Amerika Serikat (AS) dan perjanjian lisensi produksi sistem Patriot. Kemudian proyek anti-balistik Eropa, keanggotaan Ukraina di Uni Eropa, serta hubungan dengan Polandia dan Hongaria.
Timur Tengah dan kawasan Teluk juga masuk dalam cakupan, demikian pula China dan sejumlah organisasi internasional. Zelensky menyebut urusan-urusan ini harus diperkuat secara cepat dan signifikan.
"Oleh karena itu, perubahan personel akan dimulai di Ukraina untuk memastikan implementasi strategi politik yang diperbarui," tulis Zelensky.
Ia menambahkan bahwa detailnya telah dibahas dengan Svyrydenko dan perubahan ini membutuhkan pembaruan Kabinet Menteri.
>>> 18 Anak Kobra Keluar dari Lubang Lantai Rumah Setelah Disiram Bensin
Zelensky mengindikasikan sang PM akan dicopot, namun tidak merinci penggantinya.
Ia berterima kasih atas kinerja Svyrydenko dan menawarkan kesempatan untuk memimpin "bidang hubungan baru dan penting dengan mitra kunci."
Svyrydenko sebelumnya mewakili Ukraina dalam negosiasi dengan AS terkait kesepakatan mineral dan investasi. Belum jelas apakah peran barunya akan terkait dengan AS.
Dalam unggahan di X, ia berterima kasih kepada Zelensky dan menyatakan siap melayani negara.
Calon potensial pengganti Svyrydenko disebut-sebut adalah CEO Naftogaz, Sergiy Koretsky, dan mantan Perdana Menteri Denys Shmygal.
>>> DKI Usut Dugaan Anggota Satpol PP Pungli Rumah Belajar di Jakut
Selain itu, Zelensky juga mengumumkan perubahan di antara kepala lembaga penegak hukum tanpa memberikan detail lebih lanjut.
Update Terbaru
Mamdani: Taylor Swift Bayar Rp 2,9 M untuk Izin Pernikahan di New York City
Senin / 13-07-2026, 10:23 WIB
Mobile Legends x Street Fighter 6 Hadir, Bawa Skin Ryu hingga Chun-Li
Senin / 13-07-2026, 10:23 WIB
Emisi Karbon Microsoft Naik 27 Persen Akibat Rajin Bangun Data Center AI
Senin / 13-07-2026, 10:23 WIB
Kronologi Kecelakaan Maut di Pantura Indramayu, 13 Tewas Usai Hajatan
Senin / 13-07-2026, 10:21 WIB
Robot Humanoid Agibot Rakit 17 Ribu Tablet dalam Live Streaming 6 Hari
Senin / 13-07-2026, 10:21 WIB
Rating TV per Senin, 13Juli 2026: D'Academy 8 Tahan Gempuran Piala Dunia, Sinetron SCTV Kuasai Layar Kaca!
Senin / 13-07-2026, 10:20 WIB
3 Singa Mati Tenggelam saat Kebun Binatang di China Diterjang Banjir
Senin / 13-07-2026, 10:18 WIB
Head to Head Prancis vs Spanyol Jelang Semifinal Piala Dunia 2026
Senin / 13-07-2026, 10:18 WIB
Prabowo Sebut Pemimpin yang Anjurkan Pembakaran sebagai Pengkhianat
Senin / 13-07-2026, 10:17 WIB
Rupiah Melemah ke Rp18.091 per Dolar AS pada Awal Pekan
Senin / 13-07-2026, 10:15 WIB
10 Posisi Tidur Kucing dan Artinya, dari Meringkuk hingga Telentang
Senin / 13-07-2026, 10:15 WIB
Daftar Nama Korban Tewas dan Luka Kecelakaan Maut Pantura Indramayu
Senin / 13-07-2026, 10:15 WIB
Eropa Catat 10.650 Kematian Berlebih Akibat Gelombang Panas, Inggris Terparah
Senin / 13-07-2026, 10:14 WIB
Viral Messi Marah-marah ke Wasit Portugal di Piala Dunia 2026
Senin / 13-07-2026, 10:14 WIB







