Tiga ekor singa di sebuah kebun binatang di China mati tenggelam akibat banjir yang dipicu Topan Maysak pekan lalu.

Kebun Binatang Guigang di barat daya China mengunci singa-singa tersebut bersama beruang dan serigala di dalam kandang saat banjir.

>>> Head to Head Prancis vs Spanyol Jelang Semifinal Piala Dunia 2026

Pemilik kebun binatang menyatakan tidak ingin menimbulkan masalah lebih besar dengan membiarkan hewan berbahaya melarikan diri dan melukai orang.

Air banjir naik hingga lebih dari dua meter saat topan terjadi.

Lebih dari 100 hewan lain, termasuk sepasang zebra, tiga kuda poni mini, burung unta, alpaka, rakun, dan merak, hanyut terbawa banjir.

Global Times melaporkan satu zebra yang hilang ditemukan mati.

Beruang cokelat dan serigala yang dikurung kini dalam kondisi buruk setelah hampir tenggelam.

>>> Prabowo Sebut Pemimpin yang Anjurkan Pembakaran sebagai Pengkhianat

Insiden ini memicu kritikan tajam dari aktivis hak hewan yang menilai tindakan tersebut tidak bermoral.

Presiden PETA Asia, Jason Baker, mengatakan tragedi di Guangxi seharusnya menjadi peringatan bagi kebun binatang dan fasilitas satwa liar di jalur ekstrem.

Ia menegaskan tidak dapat diterima membiarkan hewan terperangkap di balik jeruji saat air banjir naik, namun melepaskan hewan liar saat bencana juga berbahaya.

Di Kota Hengzhou, Guangxi, banjir meratakan sebuah peternakan ular hingga menyebabkan ratusan kobra, ular tikus raja, dan ular air hanyut.

>>> Rupiah Melemah ke Rp18.091 per Dolar AS pada Awal Pekan

Topan Maysak menewaskan 39 orang di China selatan pekan ini, memicu banjir ekstrem yang merusak waduk dan merendam kota.