Ukraina terus mencari cara yang lebih murah untuk menghadapi serangan drone Rusia yang masif.

Salah satu solusi terbaru datang dari Frankenburg Technologies, perusahaan asal Estonia yang mengembangkan rudal pencegat berbiaya rendah.

>>> 6 Penyebab Tanah di Prancis Cepat Rusak: Erosi hingga Polusi

Rudal tersebut diberi nama Mark I, sebuah pencegat jarak pendek yang dirancang khusus untuk menembak jatuh drone dan amunisi jelajah.

Menurut perusahaan, sistem ini dikembangkan dari konsep hingga uji tembak langsung hanya dalam waktu 13 bulan.

Mengapa Pencegat Kecil Penting?

Ekonomi perang drone mengubah cara pertahanan udara dibangun.

Drone serang yang relatif murah dapat memaksa pertahanan menggunakan rudal yang jauh lebih mahal, menguras stok amunisi dan anggaran.

Pencegat kecil menawarkan logika berbeda: melawan ancaman murah dengan senjata murah.

Jika diproduksi massal dan diintegrasikan ke jaringan pertahanan, sistem ini bisa melindungi kota, infrastruktur energi, dan fasilitas militer dari serangan drone berulang.

Tantangannya adalah membuktikan bahwa pencegat ini dapat bekerja andal dalam kondisi tempur, melawan drone yang terbang rendah, mengubah rute, datang bergelombang, atau beroperasi bersama umpan dan perang elektronik.

Uji Coba di Ukraina

Frankenburg berencana menguji Mark I di Ukraina dalam kondisi nyata.

Menurut laporan awal 2026, uji coba langsung dijadwalkan antara April dan Juni 2026, setelah demonstrasi sebelumnya dan presentasi peluncur.

Ukraina menjadi lingkungan uji yang menuntut karena serangan drone Rusia sering, adaptif, dan sering dikombinasikan dengan rudal atau umpan.

Sistem baru harus membuktikan tidak hanya mampu mengenai sasaran, tetapi juga melakukannya secara terjangkau, berulang, dan sebagai bagian dari jaringan pertahanan yang lebih besar.