Rudal Anti-Drone Murah dan Cepat: Senjata Baru Ukraina
Saat ini, Mark I masih digambarkan sebagai sistem anti-drone yang sedang dikembangkan dan diuji, bukan solusi terbukti yang telah mengubah perang.
Kampanye drone Rusia terus meluas. Penggunaan drone Shahed dan sistem serangan jarak jauh lainnya meningkat tajam selama perang.
>>> 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Analis melaporkan bahwa peluncuran drone Rusia meningkat drastis sepanjang 2025, dengan aktivitas bulanan stabil di beberapa ribu peluncuran pada paruh kedua tahun itu.
Serangan ini dirancang untuk membanjiri pertahanan Ukraina, menghabiskan pencegat, merusak infrastruktur, dan menekan warga sipil.
Rusia juga mengadaptasi taktik drone dari waktu ke waktu, menggunakan salvo yang lebih besar, rute bervariasi, dan kombinasi drone serta rudal.
Pekerjaan Frankenburg juga mencerminkan pergeseran yang lebih luas di industri pertahanan Eropa.
Perang di Ukraina telah mengungkap kebutuhan akan senjata yang dapat diproduksi dengan cepat, diisi ulang dengan cepat, dan diproduksi lebih dekat ke tempat yang membutuhkan.
Perusahaan telah berekspansi ke Latvia, Lituania, Ukraina, dan Inggris.
Pemerintah Inggris mengumumkan bahwa Frankenburg berencana membuka kantor di London dan menginvestasikan €50 juta dalam penelitian dan pengembangan motor roket berbiaya rendah.
Pada 2026, Defense News juga melaporkan bahwa Frankenburg dan Babcock berencana mengeksplorasi peluncur kontainer untuk rudal murah, yang ditujukan untuk pertahanan anti-drone maritim.
Pertanyaan utamanya adalah apakah sistem seperti Mark I dapat beralih dari demonstrasi yang menjanjikan ke penerapan skala besar yang andal.
Itu tergantung pada kapasitas produksi, integrasi dengan sensor dan sistem komando, kinerja dalam pertempuran, biaya per intersepsi, dan kemampuan beradaptasi saat taktik drone berevolusi.
Jika berfungsi sebagaimana dimaksud, pencegat kecil bisa menjadi lapisan penting dalam arsitektur pertahanan udara Eropa.
Mereka tidak akan menghilangkan ancaman drone, tetapi dapat membantu mengurangi ketidakseimbangan biaya yang membuat serangan drone massal begitu sulit dilawan.
Ukraina telah menjadi tempat uji coba masa depan pertahanan udara.
>>> Masalah Rambut Tak Selalu Sama, Pentingnya Pilih Perawatan Sesuai Kebutuhan
Mark I adalah salah satu contoh bagaimana masa depan itu mungkin terlihat: lebih kecil, lebih murah, lebih cepat diproduksi, dan dirancang khusus untuk medan perang yang dipenuhi drone.
Update Terbaru
Prancis vs Maroko: Lebih dari Sekadar Balas Dendam di Piala Dunia 2026
Kamis / 09-07-2026, 23:29 WIB
105 Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat, Didominasi Angkatan Darat
Kamis / 09-07-2026, 23:29 WIB
Kemlu: 60 WNI Terjaring Penggerebekan Sindikat Online Scam Timor Leste
Kamis / 09-07-2026, 23:29 WIB
Spanyol vs Belgia: Duel Ideologis De La Fuente vs Pragmatis Garcia
Kamis / 09-07-2026, 23:28 WIB
Star Wars: Visions Raih Nominasi Emmy Bersejarah untuk Film Pendek Black
Kamis / 09-07-2026, 23:28 WIB
Moana Live-Action Raih Skor 36% di Rotten Tomatoes, Salah Satu Remake Terburuk Disney
Kamis / 09-07-2026, 23:28 WIB
Nintendo Download 10 Juli: Digimon Story Time Stranger, Granblue Fantasy Relink, dan Game Boy Klasik
Kamis / 09-07-2026, 23:28 WIB
Pameran 20 Tahun Haruhi Suzumiya Kembalikan SOS Brigade ke Tokyo
Kamis / 09-07-2026, 23:28 WIB
Tito Siapkan Integrasi Sistem Kemendagri ke Satu Data Indonesia
Kamis / 09-07-2026, 23:05 WIB
Eks Timnas Prancis Wanti-wanti Les Bleus Jelang Lawan Maroko
Kamis / 09-07-2026, 23:04 WIB
GTA 6 Terancam Denda Rp500 Miliar di Australia Jika Tak Patuhi Aturan Verifikasi Usia
Kamis / 09-07-2026, 23:04 WIB
Daoko Rilis Video Musik "TACTIC" untuk Opening That Time I Got Reincarnated as a Slime Season 4 Part 2
Kamis / 09-07-2026, 23:04 WIB
Dragon Ball Xenoverse 3 Perkenalkan Sistem Pertarungan Baru: Soul Switch dan Ki-Based Battles
Kamis / 09-07-2026, 23:04 WIB
Duo Harmoe Rilis "Tilt", Lagu Penutup Anime Romantis Oh Boy, Was I Wrong About Her
Kamis / 09-07-2026, 23:04 WIB







