Perusahaan robotika asal China, Agibot, menunjukkan kemampuan robot humanoidnya bekerja di pabrik perakitan tablet. Momen itu disiarkan langsung selama enam hari pada akhir Juni lalu.

Live streaming berlangsung dari 23 hingga 28 Juni di pabrik Longcheer Technology, Nanchang. Robot humanoid Agibot G2 dioperasikan di bagian inspeksi kualitas produksi massal tablet.

>>> Rating TV per Senin, 13Juli 2026: D'Academy 8 Tahan Gempuran Piala Dunia, Sinetron SCTV Kuasai Layar Kaca!

Selama live streaming, robot-robot tersebut mencatat waktu operasional lebih dari 64 jam. Mereka menyelesaikan 64.828 tugas di lini produksi dan terlibat dalam lebih dari 4 alur kerja.

Tingkat keberhasilan tugas mencapai 99,99 persen. Akumulasi output lini produksi sebanyak 17.625 unit tablet.

Uji Nyata di Lingkungan Pabrik

Berbeda dengan demonstrasi di laboratorium, live streaming ini diambil langsung dari lini produksi yang aktif. Kondisi nyata meliputi pergerakan material, operator manusia, dan tugas yang dinamis.

Presiden Embodied AI Business Unit Agibot, Yao Maoqing, mengatakan pertanyaan utama industri robotika humanoid adalah apakah robot dapat diterapkan di lingkungan operasional nyata.

Menurutnya, live streaming ini memberikan jawaban lebih jelas tentang industrialisasi embodied AI.

>>> 3 Singa Mati Tenggelam saat Kebun Binatang di China Diterjang Banjir

Agibot mengklaim, dengan menempatkan robot langsung ke sistem produksi aktif, mereka berupaya menjawab tantangan kemampuan robot di lingkungan industri yang dinamis.

Live streaming juga menyoroti pergeseran standar penilaian robot humanoid.

Perusahaan menyebut bahwa robot humanoid bukan sekadar pengganti manusia. Di pabrik nyata, robot harus menyatu dalam alur kerja yang utuh.

Fokus industri juga bergeser ke kolaborasi multi-robot. Mengoordinasikan banyak robot dalam satu armada menguji produktivitas sistem secara keseluruhan, termasuk penjadwalan dan alokasi tugas.

>>> Head to Head Prancis vs Spanyol Jelang Semifinal Piala Dunia 2026

Menurut Agibot, robot humanoid tidak menggantikan sistem otomasi tradisional, melainkan memperluas jangkauan otomasi ke skenario produksi yang lebih fleksibel dan kompleks.