Rusia melancarkan serangan besar-besaran ke Ukraina pada Sabtu (11/7) waktu setempat, menggunakan rudal, drone, dan bom berpemandu.

Serangan itu menewaskan delapan orang dan melukai puluhan lainnya.

>>> Assist Messi, Sundulan Mac Allister Bawa Argentina Unggul di Menit 10

Ibu kota Ukraina, Kyiv, juga menjadi sasaran rudal. Sebanyak 12 orang terluka, termasuk dua anak-anak.

Dua rangkaian ledakan terdengar pada dini hari, dan sirene peringatan udara berbunyi beberapa menit setelah ledakan pertama.

Zelensky: Lebih dari 120 Drone dan 12 Rudal Diluncurkan

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan Rusia meluncurkan lebih dari 120 drone dan 12 rudal sepanjang malam. Ia menegaskan infrastruktur sipil terkena serangan bahkan sebelum peringatan serangan udara dikeluarkan.

Zelensky mengunggah video yang menunjukkan tim darurat bekerja di tengah asap dan puing-puing.

Gedung apartemen, kantor, dan sekolah teologi rusak di Kyiv, sementara upaya pemulihan berlangsung di wilayah lain.

Walikota Kyiv, Artem Kobzar, melaporkan serangan bom udara berpemandu di kota Sumy di utara menewaskan lima orang, termasuk seorang gadis muda.

Sementara itu, satu orang tewas di Sloviansk di timur, dan dua orang tewas di Odesa di selatan akibat serangan rudal.

Moskow telah menembakkan rudal dan drone ke Kyiv hampir setiap hari sejak invasi dimulai pada Februari 2022.

>>> Banyak Diskon di Transmart Full Day Sale Hari Ini, Intip Produknya

Serangan mematikan baru-baru ini dengan rudal balistik ultra cepat telah menekan sistem pertahanan udara Ukraina.

Serangan Sabtu di Kyiv menandai kedua kalinya dalam kurang dari seminggu rudal menghantam sebelum peringatan udara dikeluarkan.

Zelensky mengatakan pertahanan udara Ukraina berhasil menembak jatuh sebagian besar target, tetapi bukan yang balistik.