Tiga unit F-35A Husarz milik Polandia telah tiba di negara tersebut pada 12 Juni 2026.

Lockheed Martin menyebut kedatangan ini sebagai langkah besar bagi Angkatan Udara Polandia menuju kekuatan udara generasi kelima.

>>> Bocoran Harga dan Spesifikasi Xiaomi Redmi Note 17, Meluncur Juli 2026

Kedatangan F-35 juga mempertajam pertanyaan bagi Eropa: seberapa besar bahan bakar, kapasitas industri, dan tekanan lingkungan yang akan menyertai era baru pencegahan teknologi tinggi?

Polandia membeli 32 unit F-35A dalam kesepakatan senilai $4,6 miliar.

Jawaban terdekat Rusia adalah Su-57, jet tempur bermesin ganda yang lebih besar dengan konsep pertempuran udara yang sangat berbeda.

Keunggulan F-35 di Sayap Timur NATO

F-35 memberi Polandia kemampuan yang belum pernah dimiliki sebelumnya: pesawat siluman yang dirancang untuk mengumpulkan, memproses, dan berbagi informasi medan perang sambil tetap sulit dideteksi.

Lockheed Martin menggambarkan F-35 sebagai pesawat tempur terhubung yang menggabungkan siluman, sensor, dan fusi informasi.

Secara praktis, pesawat ini tidak hanya dirancang untuk menembak lebih dulu, tetapi juga membantu unit lain memahami situasi di sekitar mereka.

F-35A adalah pesawat multiperan bermesin tunggal dengan lebar sayap 35 kaki, bahan bakar internal 18.498 lbs, muatan 18.000 lbs, dan kecepatan tertinggi sekitar Mach 1,6 atau 1.200 mph.

Spesifikasi Su-57 Rusia

Su-57E versi ekspor lebih besar dan lebih berat.

Rosoboronexport mencatat berat lepas landas maksimum sekitar 75.000 lbs, muatan maksimum sekitar 16.500 lbs, radius tempur sekitar 780 mil, dan ketinggian jelajah 61.700 kaki.

Detail lain dari materi Rosoboronexport menyebutkan panjang pesawat sekitar 65 kaki dengan lebar sayap mendekati 46 kaki.

Su-57 menyeimbangkan siluman dengan kecepatan, kemampuan manuver, dan pandangan tradisional Rusia tentang pertempuran udara.