Helm pilot pesawat tempur F-35 bukan sekadar pelindung kepala.

Di balik harganya yang mencapai sekitar $500.000, helm ini merupakan sistem komputer canggih yang terpasang di kepala pilot.

>>> Polisi Inggris Rencanakan Kunjungan ke AS Terkait Kasus Pangeran Andrew

Wakil Menteri Pertahanan Polandia, Cezary Tomczyk, baru-baru ini mengungkapkan angka tersebut. Biaya pelatihan satu pilot F-35 bahkan lebih tinggi, mencapai $12 juta.

Namun, yang lebih mengkhawatirkan adalah laporan terbaru dari Government Accountability Office (GAO) Amerika Serikat. Hanya 25% dari armada F-35 yang sepenuhnya siap menjalankan misi pada tahun fiskal 2025.

Helm yang Lebih dari Sekadar Pelindung

Helm F-35 Gen III Helmet Mounted Display System sebenarnya adalah komputer yang dapat dikenakan.

Collins Aerospace menyatakan sistem ini berfungsi sebagai layar utama pilot, menampilkan informasi penerbangan, taktis, dan sensor.

Helm ini juga mengintegrasikan penglihatan malam dan memungkinkan pilot membidik target hanya dengan melihat.

Angkatan Udara AS mengatakan gambar real-time dari enam kamera eksternal dialirkan ke tampilan helm, memberi pilot pandangan menembus badan pesawat.

Setiap helm dibuat khusus untuk pilotnya melalui proses dua hari. Kepala pilot diukur dan dipindai, optik diselaraskan dengan pupilometer.

Helm diperiksa setiap 105 hari dan menjalani pengecekan kecocokan setiap 120 hari.

Bahkan potongan rambut atau perubahan berat badan beberapa kilogram dapat memengaruhi kecocokan helm.

Kesiapan Menurun Drastis

Harga helm yang tinggi akan lebih bisa diterima jika program F-35 mencapai target kinerja. Namun, laporan GAO menunjukkan sebaliknya.

>>> 22.141 Penggemar Pitbull Pecahkan Rekor Dunia di London

GAO menyatakan, "Sejak 2021, biaya pemeliharaan F-35 terus meningkat," sementara kinerja menurun. Tingkat mission capable turun dari 67% pada tahun fiskal 2021 menjadi 44% pada tahun fiskal 2025.