Presiden Prabowo Subianto mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menyaring informasi di media sosial. Menurutnya, tidak semua narasi yang viral mencerminkan fakta.

Pesan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan lima bendungan di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026).

>>> 10 Tablet Terbaik untuk Nonton Piala Dunia 2026, Mulai Rp2 Jutaan

Ia menilai fenomena penyebaran informasi menyesatkan melalui media sosial juga terjadi di banyak negara.

"Media sosial bisa diperalat orang yang punya duit. Bisa bercerita, belum tentu cerita yang sebenarnya," kata Prabowo.

Prabowo menekankan pentingnya selektivitas dalam menerima informasi agar tidak mudah terpengaruh. "Rakyat jangan tertipu, ya.

>>> Korban Tewas Gempa Bumi Venezuela Tembus 4.000 Jiwa

Rakyat jangan tertipu," ujarnya.

Pembenahan BUMN Mulai Tunjukkan Hasil

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengajak masyarakat memberikan kepercayaan kepada pemerintahan yang telah dipilih secara demokratis. Ia mengatakan pemerintah terus melakukan pembenahan di berbagai sektor, termasuk BUMN.

Prabowo menyebut sejumlah BUMN yang bertahun-tahun merugi kini mulai menunjukkan perbaikan kinerja. "BUMN-BUMN yang merupakan sarang korupsi puluhan tahun, sedikit demi sedikit mulai kita benahi," katanya.

>>> Tuchel Siapkan Inggris Hadapi Haaland di Perempat Final Piala Dunia

Ia mengungkapkan hasil pembenahan mulai terlihat dari kondisi keuangan perusahaan pelat merah yang berbalik untung. "Beberapa BUMN yang sekian puluh tahun rugi-rugi, tahun ini mulai untung," pungkas Prabowo.