Korban tewas akibat gempa bumi kembar yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni lalu telah melampaui 4.000 orang.

Pemerintah setempat mengonfirmasi angka tersebut pada Jumat pekan ini.

>>> Tuchel Siapkan Inggris Hadapi Haaland di Perempat Final Piala Dunia

Ketua Parlemen Venezuela, Jorge Rodriguez, menyatakan bahwa setidaknya 4.118 orang meninggal dunia. Sementara itu, 16.740 lainnya mengalami luka-luka.

Bencana ini diawali gempa berkekuatan 7,2 skala Richter, disusul 39 detik kemudian oleh gempa 7,5 SR.

Ini merupakan gempa terbesar di Venezuela dalam lebih dari satu abad.

Guncangan berturut-turut tersebut merobohkan banyak gedung apartemen bertingkat. Seluruh distrik di negara bagian pesisir La Guaira rata dengan tanah.

Meskipun tim penyelamat resmi telah menghentikan operasi pencarian korban selamat, keluarga korban terus mencari di antara puing-puing. Mereka berharap dapat menemukan orang-orang tercinta yang masih hilang.

>>> Cara Cek Estimasi Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Tahun 2026

Pada Jumat, gempa kecil berkekuatan 3,0 SR di pusat Kota Caracas sempat memicu kepanikan singkat. Warga pun berhamburan keluar dari gedung.

Dampak dan Bantuan Internasional

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan seruan darurat pada Rabu lalu. Mereka membutuhkan hampir 300 juta dolar AS untuk mendanai operasi bantuan dan membantu 1,3 juta orang.

Kantor PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana memperkirakan kerusakan fisik langsung pada infrastruktur dan perumahan mencapai sekitar 37 miliar dolar AS.

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, meminta agar aset internasional yang dibekukan dilepaskan untuk membantu pemulihan.

>>> KPK Ajukan Banding atas Vonis 2 Terdakwa Korupsi Proyek DJKA Medan

Ia juga meminta Raja Charles III untuk melepaskan sekitar 30 ton emas Venezuela yang ditahan di bawah sanksi Inggris.