Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Jumat, 10 Juli 2026. Penurunan ini dipicu oleh optimisme pasar terhadap pembukaan kembali Selat Hormuz setelah konflik Iran-AS mereda.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus turun ke level US$71,51 per barel.

>>> Menkeu Purbaya: Manajemen Kas Negara Jadi Instrumen Baru Penggerak Ekonomi

Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman September melemah ke posisi US$76,00 per barel.

Optimisme pembukaan Selat Hormuz menjadi katalis utama penurunan harga. Pasar berharap kelancaran pengiriman pasokan minyak dari Timur Tengah ke pasar global dapat segera terwujud.

Sinyal positif datang dari keberhasilan kapal Pertamina Pride melintasi Selat Hormuz tanpa hambatan. Hal ini menjadi angin segar bagi ketahanan energi Indonesia di tengah ketidakpastian geopolitik.

>>> Teori Konspirasi Usai Kegagalan Portugal: Ronaldo 'Disuntik Mati'

Meski demikian, para analis memperingatkan bahwa harga minyak masih rentan terhadap volatilitas. Faktor-faktor seperti perkembangan negosiasi Iran-AS dan kebijakan OPEC+ masih dapat mempengaruhi pergerakan harga ke depan.

Pasar kini menanti data persediaan minyak mentah AS mingguan serta perkembangan lebih lanjut mengenai situasi di Timur Tengah.

>>> Spanyol Tumbangkan Belgia 2-1, Tiket Semifinal Sukses di Tangan

Investor disarankan tetap waspada terhadap potensi perubahan sentimen yang cepat.