Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa AS dan Iran telah sepakat untuk melanjutkan perundingan. Namun, ia menegaskan bahwa gencatan senjata antara kedua negara telah berakhir.

Pernyataan itu muncul di tengah relatif tenangnya situasi setelah sepekan konflik baru antara kedua negara.

>>> FIFA Siapkan Hadiah Rp15,68 Triliun untuk Piala Dunia 2026

Trump mengunggah di Truth Social bahwa Iran meminta AS untuk melanjutkan pembicaraan dan AS menyetujuinya.

"Iran telah meminta kami untuk melanjutkan pembicaraan. Kami sepakat untuk melakukan hal tersebut.

Namun, AS menyatakan kepada mereka, dengan tegas, bahwa gencatan senjata telah berakhir," tulis Trump.

Iran membantah telah meminta AS untuk melanjutkan perbincangan. Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan hanya setuju menjadi tuan rumah bagi mediator Qatar di Iran.

Mediator Qatar bertemu dengan pejabat Iran pada Jumat (10/7) untuk meredakan ketegangan dengan AS dan membahas navigasi melalui Selat Hormuz.

>>> Daftar Pemilik Saham RANS: Raffi Ahmad Terbesar, Ada Kaesang dan Dony Oskaria

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqhchi juga dilaporkan akan mengunjungi Oman untuk membahas pengaturan jalur aman kapal di Selat Hormuz.

AS menuntut Iran menghentikan serangan ke kapal yang melintas di Selat Hormuz dan meminta semua jalur pelayaran terbuka tanpa biaya.

Seorang pejabat AS mengatakan mereka ingin Iran mengeluarkan pernyataan publik yang mengakui semua jalur Selat Hormuz terbuka dan tidak lagi menembaki kapal.

Sebelumnya, AS menuduh Iran menyerang tiga kapal tanker di Selat Hormuz.

AS kemudian membalas dengan menyerang situs militer Iran, dan aksi saling balas berlanjut hingga Iran menyerang aset-aset AS di Timur Tengah.

>>> FIFA Tunjuk Wasit Portugal Pimpin Argentina vs Swiss di Perempat Final Piala Dunia 2026

Setidaknya 17 orang tewas dan 115 orang terluka dalam serangan AS di enam kota Iran pada Rabu (8/7) dan Kamis (9/7).