Lalu Lintas Kapal di Selat Hormuz Anjlok Akibat Serangan Balasan AS-Iran
Lalu lintas kapal komersial melalui Selat Hormuz runtuh pekan ini setelah serangkaian serangan militer balasan antara Amerika Serikat dan Iran, mengganggu koridor pengiriman energi global.
Data dari Lloyd's List Intelligence pada Kamis menunjukkan bahwa tidak ada kapal besar di atas 10.000 ton bobot mati yang menggunakan jalur pelayaran selatan yang dikoordinasikan AS melalui perairan Oman sambil menyiarkan lokasi mereka sejak 7 Juli 2026.
>>> ICE Tembak Warga Non-Target di Houston, Saksi Ditekan Pulang Sukarela
Platform intelijen maritim Windward melaporkan bahwa hanya lima kapal komersial yang melintasi selat tersebut antara Rabu malam hingga Kamis pagi, menurun drastis dari 45 transit yang tercatat pada Senin.
Pusat Informasi Maritim Gabungan mencatat bahwa lalu lintas sebelumnya rata-rata 138 kapal per hari sebelum permusuhan awal pecah pada 28 Februari 2026, yang mengikuti serangan udara AS dan Israel ke Iran.
Kesepakatan Gagal Pulihkan Lalu Lintas
Nota kesepahaman pada 17 Juni sempat memulihkan sebagian lalu lintas, yang mencapai puncak 72 kapal pada 24 Juni setelah Iran setuju memberikan jalan bebas selama 60 hari sambil membahas administrasi maritim permanen dengan Oman.
Namun, ketegangan kembali muncul setelah Iran bersikeras kapal menggunakan jalur pantai utaranya dan kemudian menyerang tiga kapal tanker milik kepentingan Qatar, Saudi, dan Liberia yang beroperasi di sepanjang koridor selatan yang direkomendasikan AS.
Menanggapi serangan tanker itu, pasukan AS melancarkan serangan udara terhadap puluhan target Iran, yang mendorong Iran menembaki aset militer regional di Bahrain, Kuwait, Qatar, Yordania, dan Irak.
Kantor Operasi Perdagangan Maritim Inggris merilis penilaian ancaman pada Kamis yang mengonfirmasi bahwa berkurangnya lalu lintas secara langsung mencerminkan sikap hati-hati jalur pelayaran komersial yang beroperasi dalam lingkungan ancaman yang meningkat.
Update Terbaru
Teleskop Euclid Temukan 31 Quasar Kuno di Alam Semesta Awal
Sabtu / 11-07-2026, 01:29 WIB
Conair Tarik 12.600 Panggangan Gas Cuisinart Akibat Kaca Pecah
Sabtu / 11-07-2026, 01:29 WIB
Saksi Bantah Versi ICE soal Penembakan di Houston, Jaksa Lokal Usut
Sabtu / 11-07-2026, 01:29 WIB
Alexander Zverev Geser Carlos Alcaraz dari Peringkat 2 Dunia
Sabtu / 11-07-2026, 01:29 WIB
Pangeran Harry dan Keluarga Bertemu Raja Charles di Highgrove
Sabtu / 11-07-2026, 01:28 WIB
DJI Luncurkan Parasut AP100 untuk Drone Matrice 400, Tingkatkan Keamanan
Sabtu / 11-07-2026, 01:28 WIB
Jokowi Ungguli Trump dan Macron dalam Jumlah Follower Instagram
Sabtu / 11-07-2026, 01:21 WIB
Enam Rekor Mbappe usai Prancis Singkirkan Maroko, Messi Tinggal Selangkah Lagi
Sabtu / 11-07-2026, 01:21 WIB
Kripto Trump Anjlok, Anaknya Sendiri Rugi Rp10 Triliun
Sabtu / 11-07-2026, 01:21 WIB
Cedera Mbappe Bikin Prancis Khawatir, Tunggu Hasil Spanyol vs Belgia
Sabtu / 11-07-2026, 01:21 WIB
Prancis Kembangkan Rudal Nuklir Hipersonik ASN4G untuk Rafale F5
Sabtu / 11-07-2026, 01:19 WIB
Elon Musk Yakin SpaceX Akan Bernilai Lebih dari Seluruh Bumi
Sabtu / 11-07-2026, 01:07 WIB
Pemilik Apartemen Berkreasi di Tengah Dominasi Hunian 'White Cube'
Sabtu / 11-07-2026, 01:07 WIB
Wali Kota Berlin Kai Wegner Mundur dari Pencalonan Kembali
Sabtu / 11-07-2026, 01:07 WIB







