Prancis secara resmi memulai pengembangan ASN4G, rudal nuklir udara-ke-permukaan generasi keempat yang direncanakan untuk mempersenjatai jet tempur Rafale F5 sekitar tahun 2035.

Rudal ini akan menggantikan ASMPA-R yang saat ini digunakan.

>>> Elon Musk Yakin SpaceX Akan Bernilai Lebih dari Seluruh Bumi

Direktorat Jenderal Persenjataan (DGA) telah memberitahu perusahaan pertahanan MBDA mengenai kerangka kerja dan kontrak pengembangan pada 2 Juni 2026.

Pilihan Prancis untuk memprioritaskan kecepatan hipersonik daripada siluman menunjukkan arah strategis pencegahan nuklir. Rudal yang sangat cepat dan bermanuver lebih sulit dideteksi, dilacak, dan dicegat oleh pertahanan udara.

DGA belum merinci spesifikasi kinerja penuh rudal tersebut. Kerahasiaan ini wajar karena sistem nuklir dibangun dengan lapisan keamanan yang ketat.

Yang jelas, "hypervelocity" ASN4G dimaksudkan untuk menjaga kredibilitas pencegahan udara Prancis terhadap ancaman yang terus berkembang.

Rudal untuk Rafale F5 dan Pangkalan Luxeuil

ASN4G direncanakan untuk Rafale F5, versi utama berikutnya dari pesawat tempur Prancis.

Rudal ini akan digunakan oleh Angkatan Udara Strategis dan angkatan udara nuklir angkatan laut, sehingga tidak hanya program Angkatan Udara.

Rudal ini juga mendukung postur nuklir berbasis kapal induk Prancis. Integrasi melibatkan pilot, pesawat, kapal tanker, jaringan komando, landasan pacu, penyimpanan, dan kru perawatan.

Prancis juga menginvestasikan sekitar $1,71 miliar untuk Pangkalan Udara Luxeuil-Saint-Sauveur di timur Prancis.

Presiden Emmanuel Macron menyatakan pangkalan itu akan menjadi salah satu situs pencegahan nuklir canggih.

Pangkalan tersebut diperkirakan akan menjadi markas Rafale F5 dengan rudal ASN4G mulai tahun 2035.

Program rudal ini sudah membentuk lapangan kerja, konstruksi, permintaan energi, zona keamanan, dan infrastruktur lokal.

>>> Pemilik Apartemen Berkreasi di Tengah Dominasi Hunian 'White Cube'